Reporter : Herdin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah memberikan himbauan kepada para pedagang untuk tidak lagi berjualan di depan Gedung pasar sentral Wua-wua, namun sampai saat ini masih banyak pedagang yang memilih membuka lapaknya di luar gedung.
Kondisi ini dikarenakan, dalam beberapa pekan terakhir ini kondisi pasar selalu sepi pembeli di dalam pasar, sehingga mereka lebih memilih berjualan diluar, meskipun tahu bahwa itu memang dilarang. Sebab menurut pedagang, untuk berjualan di dalam pasar mereka harus mengambil uang di Bank untuk membayar sewa kios.
Baca Juga :
- TEGAS! Pimpinan BULOG Unaaha Hendra Dionisius: Beras Banpang Tidak Layak Kami Ganti 2×24 Jam
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Pastikan Distribusi BBM Berjalan Aman dan Lancar di Seluruh Wilayah Sulawesi
- Rasmin Jaya, Mahasiswa Asal Muna Barat, Terbitkan Buku “Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi”
- BPS Catat Neraca Perdagangan Sultra Defisit pada Februari 2026
- Mitra10 Kendari Hadirkan Promo Anniversary April 2026, Diskon hingga 29 Persen dan Hadiah Langsung
- Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap per 1 April 2026, Stok Dipastikan Aman
Salah seorang pedagang, yang memilih berjualan di depan gedung pasar Wuawua, H. Ramli mengatakan, sepinya pembeli di dalam pasar dikarenakan masih banyaknya pedagang yang berjualan di luar pasar bahkan hingga di pinggir jalan, sehingga pembeli lebih memilih berbelanja di luar pasar karena lebih praktis.
“Ditambah lagi dengan adanya biaya sewa kios bagi pedagang di dalam pasar karena kalau sepi pembeli kita mau bayar pake apa nantinya,” katanya kepada Mediakendari.com, Senin (25/3/2019)
Untuk meminimalisir hal ini, salah satu pedagang lainnya yang merahasiakan identitasnya berharap, kepada Pemkot Kendari untuk menindak lapak-lapak yang tidak resmi, yan berada di pinggir jalan, sehingga pasar Wuawua bisa kembali ramai dikunjungi pembeli.
Pedagang yang masih berjualan di dalam, BA (27) mengakui, jika berjualan di dalam gedung pasar memang sepi pembeli, namun dirinya dan pedagang lainnya tetap menjual di dalam, karena dirasakan lebih nyaman dan lebih praktis dalam merapikan lapaknya ketika hendak pulang ke rumah.
Baca Juga :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
“Sebenarnya di awal-awal pasar ini dibuka ramai sekali pembelinya, namun setelah biaya parkir dibebankan kepada pengunjung yang dirasa begitu berat, pasar Wuawua langsung sepi,” katanya.
Sementara itu, saat media ini berusaha menemui pimpinan PD Pasar Wuawua, untuk meminta penjelasan terkait persoalan ini, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. (A)











