Reporter : Herdin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah memberikan himbauan kepada para pedagang untuk tidak lagi berjualan di depan Gedung pasar sentral Wua-wua, namun sampai saat ini masih banyak pedagang yang memilih membuka lapaknya di luar gedung.
Kondisi ini dikarenakan, dalam beberapa pekan terakhir ini kondisi pasar selalu sepi pembeli di dalam pasar, sehingga mereka lebih memilih berjualan diluar, meskipun tahu bahwa itu memang dilarang. Sebab menurut pedagang, untuk berjualan di dalam pasar mereka harus mengambil uang di Bank untuk membayar sewa kios.
Baca Juga :
- Ampuh Sultra Harapkan Pemilik IUP Tak Salah Gunakan Kepmen ESDM 365 untuk Monopoli Jasa Pertambangan
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- PT Tiran Group Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Ribuan Warga Sultra Terserap
- IMIK Jakarta Desak Evaluasi dan Penghentian Sementara Aktivitas PT EMS Usai Truk Tangki Hantam Rumah Warga
- 250 Anak Serbu Kids Wild Adventure di Cafe Langit Hotel Qubah 9 Kendari
- Gandeng Kejati Sultra, Gubernur Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Tata Kelola SDA
Salah seorang pedagang, yang memilih berjualan di depan gedung pasar Wuawua, H. Ramli mengatakan, sepinya pembeli di dalam pasar dikarenakan masih banyaknya pedagang yang berjualan di luar pasar bahkan hingga di pinggir jalan, sehingga pembeli lebih memilih berbelanja di luar pasar karena lebih praktis.
“Ditambah lagi dengan adanya biaya sewa kios bagi pedagang di dalam pasar karena kalau sepi pembeli kita mau bayar pake apa nantinya,” katanya kepada Mediakendari.com, Senin (25/3/2019)
Untuk meminimalisir hal ini, salah satu pedagang lainnya yang merahasiakan identitasnya berharap, kepada Pemkot Kendari untuk menindak lapak-lapak yang tidak resmi, yan berada di pinggir jalan, sehingga pasar Wuawua bisa kembali ramai dikunjungi pembeli.
Pedagang yang masih berjualan di dalam, BA (27) mengakui, jika berjualan di dalam gedung pasar memang sepi pembeli, namun dirinya dan pedagang lainnya tetap menjual di dalam, karena dirasakan lebih nyaman dan lebih praktis dalam merapikan lapaknya ketika hendak pulang ke rumah.
Baca Juga :
- Pemuda Bersatu, Firman Saleh : KNPI Bukan Lagi Tempat Ceremonial, Tapi Rumah Perjuangan Pemuda Kendari
- DISEROBOT! Kontraktor “D” Diduga Kuasai Lahan SPK PT Oheo di IUP PT Cinta Jaya Konawe Utara, Terancam Dilapor di Polda
- Deadlock, 2 Kali Paripurna Gagal Quorum, LIRA Desak Mendagri Tegur Gubernur Sultra – Diduga Cawe-Cawe
- BABAK BARU! Bareskrim Jadikan Putusan MK-MA Referensi Usut Aduan Ijazah Wapres Gibran
- Bidang Politik DPP LAT Sultra Desak DPR RI, Gunakan Hak Angket, Gibran Sudah Tidak Lagi Memenuhi Syarat Jadi Wapres
“Sebenarnya di awal-awal pasar ini dibuka ramai sekali pembelinya, namun setelah biaya parkir dibebankan kepada pengunjung yang dirasa begitu berat, pasar Wuawua langsung sepi,” katanya.
Sementara itu, saat media ini berusaha menemui pimpinan PD Pasar Wuawua, untuk meminta penjelasan terkait persoalan ini, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. (A)











