Reporter : Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Lukmam Abunawas sesumbar akan tetap menepati janjinya soal pencabutan Izin Usaha Tambang (IUP) di Konawe Kepulauan (Konkep), termasuk janji “potong leher”.
Baca Juga : 3 Hari Lagi, Jika Tak Cabut IUP LA Ditagih “Potong Leher”
Saat ditemui mediakendari.com, Lukman mengaku bakal tetap potong leher jika janji pencabutan IUP tidak ditunaikannya, sesuai jadwal kesepakatan dengan demonstran warga Wawonii.
Baca Juga
- Ketua HIPTI Sultra Desak Satgas PKH Kejagung Jalankan Hukum Paralel, Selamatkan Ekonomi Rakyat
- Wakapolda Sultra Ajak Kolaborasi Lintas Sektoral Atasi Masalah Pekerja Melalui Program Polisi Peduli Pengangguran
- Tak Terhalang Jarak, Kapolres Konsel Sambangi Desa Terpencil Labokeo, Serap Aspirasi dan Keluhan Warga
- Isu Sadap Prabowo Meledak! Listyo Sigit hingga Tiga Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap, Mabes Polri : Nanti Kami Cek
- Mediator Hukum Sri Wulandari, S.H., M.H.,C.Me : Kritik Ridwan Bae ke Gubernur ASR Adalah Masukan Positif, Bukan Ranah Kadis Pariwisata
- Jubir Kerajaan Moronene Keuwia Bantah Narasi “Tanah Raja”: Tegaskan Tak Pernah Jual Tanah Warisan Masyarakat
Namun demikian, Ia menetapkan syarat bahwa janji itu bisa tunaikan asal dilakukan oleh Gubnernur Sultra, Ali Mazi.
“Tetap saya akan relakan, asal yang lakukan adalah Gubernur Sultra Ali Mazi, yang potong leher saya,” tegasnya, di kantor Gubernur Sultra, Senin (25/3/2019).
Menurutnya, sesuai kesepakatan, pencabutan IUP deadline pada 28 Maret 2019 mendatang. Untuk itu, Pemprov Sultra bakal menggelar rapat pada, Selasa (26/03/2019).
“Sudah final, besok kita rapat penandatanganan. Tapi tidak semua tambang, hanya tambang yang dipermasalahkan yaitu berjenis logam. Kalau tambang pasir dan krikil tidak, karena itu kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (B)











