AMERIKAAUSTRALIABREAKING NEWSHEADLINE NEWSINDONESIAINTERNASIONALJAKARTAKENDARINASIONALNEWS

Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT

×

Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT

Sebarkan artikel ini

Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT

KENDARI, Mediakendari.com – Harga Mineral Acuan (HMA) nikel untuk September 2026 periode pertama mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Berdasarkan data yang tercantum dalam publikasi Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), HMA nikel September ditetapkan sebesar US$16.733,33 per wet metric ton (WMT).

Angka tersebut turun dibandingkan HMA nikel Agustus periode kedua sebesar US$16.960,00/WMT. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar US$226,67/WMT.

Penurunan harga acuan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku usaha pertambangan dan industri nikel, khususnya karena harga acuan menjadi salah satu indikator penting dalam perhitungan nilai komoditas nikel.

Harga berdasarkan kadar nikel
Dalam tabel yang dipublikasikan APNI, harga nikel juga dibedakan berdasarkan kadar Ni dan Correction Factor (CF). Untuk skema MC 30% (FOB)/WMT, harga tercatat mulai dari:
Ni 1,1% – CF 25%: US$44,53/WMT
Ni 1,2% – CF 26%: US$48,86/WMT
Ni 1,3% – CF 27%: US$53,43/WMT
Ni 1,4% – CF 28%: US$58,23/WMT
Ni 1,5% – CF 29%: US$63,27/WMT
Ni 1,6% – CF 30%: US$68,54/WMT
Ni 1,7% – CF 31%: US$74,05/WMT
Ni 1,8% – CF 32%: US$79,79/WMT

Sementara untuk MC 35% (FOB)/WMT, harga berada pada kisaran US$41,35 hingga US$74,09/WMT, tergantung kadar nikelnya.

Publikasi tersebut mencantumkan bahwa formula mengacu pada Kepmen ESDM Nomor 144.K/MB.01/MEM.B/2026, sementara HPM disebut diolah dari Kepmen ESDM Nomor 348.K/MB.01/MEM.B/2026.

Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT

Turun, tetapi harga tetap menjadi sorotan

Penurunan HMA dari US$16.960 menjadi US$16.733,33/WMT menunjukkan adanya perubahan harga acuan nikel memasuki September.

Kondisi ini berpotensi ikut memengaruhi dinamika perdagangan bijih nikel, terutama bagi perusahaan tambang yang melakukan penjualan berdasarkan kualitas dan kadar bijih.

Di tengah aktivitas pertambangan nikel yang masih tinggi di Sulawesi Tenggara, perkembangan HMA dan HPM menjadi informasi penting untuk melihat nilai ekonomi komoditas, penerimaan negara, serta posisi tawar perusahaan tambang dan pembeli bijih nikel.

Harga turun, tetapi pertanyaannya: apakah penurunan HMA ini akan ikut terasa pada harga jual bijih nikel di tingkat tambang?

Hingga berita ini terbit belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Perdagangan RI.

Liputan : Redaksi.