Reporter : Hasrun
Editor : Kang Upi
KASIPUTE – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Bombana komitmen untuk menangkap dan ambil bagian dalam isu nasional terkait kesehatan, sebagai wujud tanggungjawab atas tuntutan masyarakat.
Baca Juga :
- LIRA Desak Kejati Telusuri Dugaan Dana Pilkada Gubernur Sultra ASR dari PT TMS, Soroti Denda Rp2,09 Triliun
- GEMARI-SULTRA Desak Polda Periksa Dirut CV Bombana Maju Makmur, Soroti Aktivitas Tambang dan RKAB
- Mahasiswa KKA UM Kendari Buat Peta Administrasi Desa Anugerah
- GERAK SULTRA Apresiasi Rencana Kejati Sultra Cek dan Verifikasi Tambang Nikel di Pulau-Pulau, Termasuk Pasca Tambang Milik Istri Gubernur Sultra ASR Juga
- Kapal Angkut Bahan Kimia Terbakar di Laut Bombana, 2 Orang Tewas dan Sejumlah Korban Keracunan
- Siswa Kelas XII SMAN 15 Bombana Jalani Ujian Praktik dan Teori PAJ
Ketua DPD PPNI Bombana Satar, SKM mengatakan, selain konsiladasi organisasi secara internal, PPNI juga menangkap isu kesehatan baik nasional dan internasional. “Isu yang menjadi perhatian khusus, terkait tuntutan masyarakat terhadap kesehatan yang profesional,” jelasnya sela seminar HUT PPNI ke 45 di Alua Kantor Bupati, Jum’at (22/3/2019).
Baca Juga :
- Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dilaporkan ke KPK! Diduga Terima Aliran Dana Tambang Rp 2,09 Triliun PT TMS
- Ampuh Sultra Harapkan Pemilik IUP Tak Salah Gunakan Kepmen ESDM 365 untuk Monopoli Jasa Pertambangan
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Tak Miliki PKKPRL dan AMDAL, Izin Tersus PT TMN Dicabut Kemenhub Tapi Masih Ngeyel Beroperasi – GERAK Sultra Desak Kejati Turun
- Proyek Hilirisasi Miliaran Dolar Terancam Seret, Komisi XII DPR RI : Kepastian RKAB Harga Mati
- Peringati HUT ke-30, Polda Sultra Gelar Doa Bersama Hadirkan Ustadz Das’ad Latif
Ia menegaskan, PPNI berkontribusi nyata terhadap masyarakat Sultra, khususnya masyarakat Bombana. Kontirbusi tersebut, berjalan seiring dengan tersebarnya anggota PPNI di seluruh wilayah. “Yang mengabdi di Puskesmas, juga di rumah sakit umum, tanpa PPNI pelayanan kesehatan akan lumpuh,” ujarnya.
Ia berharap, seluruh perawat, khususnya di Kabupaten Bombana agar menjalankan visi misi PPNI, untuk menjadi figur perawat yang disayangi masyarakat dan pemrintah serta disegani profesi lain. “Keluarga, dan masyarakat akan tumbuh dengan sehat bersama perawat,” pungkasnya. (B)











