oleh

Puluhan Warga di Bombana Tuntut Perbaikan Jalan

Reporter: Hasrun
Editor: Sardin.D

BOMBANA – Puluhan masyarakat Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam Aliansi Pemerhati Masyarakat Mataoleo (APMM) menuntut perbaikan jalan di depan kantor Bupati Bombana, Jumat 2 September 2021.

Salah satu orator dalam aksi, Niken mengatakan salah satu yang mendukung berkembangnya perputaran ekonomi disuatu daerah adalah infrastruktur jalan.

“Tapi yang terjadi di Bombana kami di Kecamatan Mataoleo belum tersentuh oleh aspal,” katanya.

Selain itu lanjut Niken, Mataoleo adalah kecamatan yang mendukung Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD). Tetapi jalan yang ada di wilayahnya itu layaknya kubangan hewan.

Baca Juga: Pemkab Konsel Bakal Terapkan Konsep Smart City Guna Kabupaten Cerdas dan Hebat

Dalam pernyataan sikap APMM mereka menuntut agar Bupati Bombana merealisasikan janji kampanyenya dalam hal pemerataan pembangunan infrastruktur jalan. Khususnya jalan yang menghubungkan antara ibu kota Kabupaten Bombana dengan Kecamatan Mataoleo.

Selanjutnya, APMM juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bombana  untuk mempercepat pekerjaan jalan yang ada di Mataoleo. Serta meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana untuk mengawal dan mengawasi pekerjaan jalan yang ada di Kecamatan Mataoleo.

Menanggapi hal itu, Kadis PUPR Bomabana, Syahrun mengatakan pengerjaan drainase jalan di Mataoleo sudah dimuali sejak Maret tahun 2021.

Namun dalam proses pengerjaan drainase jalan tersebut terkendala dengan kondisi lapangan, seperti di pantai Widodo misalnya, gorong gorong airnya di tutup.

“Sekarang kita komunikasi dengan masyarakat di sana supaya dibuka, nanti kita bikin akses gorong – gorong menuju ke laut,” jelas Syahrun.

Baca Juga: BPN Baubau Berlakukan Satu Hari Pelayanan Khusus

Selain itu, proses pengerjaan drainase jalan di wilayah tersebut juga terkendala oleh cuaca.

“Ini kan musim hujan, jangan sampai jalan yang sudah bagus kembali rusak akibat adanya mobilisasi material. Kan di sana itu tidak ada material. Otomatis dari sini (Rumbia) semua diambil. Kita tetap ambil tindakan, hari ini di sana sudah kita arakan pimpro untuk menyelesaikan pekerjaan drainase di sana,” ujarnya.

Selanjutnya Syahrun menjelaskan, panjang jalan poros di wilayah tersebut hanya 55 kilo. Yang sudah ditangani oleh Pemkab Bombana sudah 16 kilo meter dengan riggit betton.

“Yang sudah diaspal 10 kilo meter, lapel 20 kilo meter. Yang belum ditangani tinggal 10 kilo meter. Tapi kita akan kerja terus. Persoalan anggaran saja,” pungkasnya.

Terkini