Reporter: Hardiki
Editor: Kang Upi
KENDARI – Putra mahkota kerajaan La Iwoi, Anakia Endry Irwan Tekaka menilai, Kota Kendari sebagai Miniatur Indonesia, karena menampung banyak etnis dari berbagai kebudayan.
Hal ini diungkapkan Anakia Endry Irwan Tekaka dalam ‘Ngobrol Pintar’ yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Kedai Kopi Tungku, Jumat (15/11/2019).
Dengan kekayaan lintas budaya ini, diharapkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Kendari bisa menjadikannya sebagai kekayaan daerah, sebagai bagian dari pengembangan wisata.
BACA JUGA:
- Rasmin Jaya, Mahasiswa Asal Muna Barat, Terbitkan Buku “Transformasi dan Wacana di Era Distrupsi”
- BPS Catat Neraca Perdagangan Sultra Defisit pada Februari 2026
- Mitra10 Kendari Hadirkan Promo Anniversary April 2026, Diskon hingga 29 Persen dan Hadiah Langsung
“Kota Kendari miniatur Indonesia karena berbagai rumpun bangsa hadir bertempat tinggal di Kota Kendari, dan tetap merekat pada budaya yang di bawanya,” ungkap Anakia Endry Irwan Tekaka.
Anakia yang hadir mewakili Rumpun Keluarga Masyarakat Budaya Tolaki Sulawesi Tenggara menuturkan, beberapa kegiatan yang digelar Budpar Kota Kendari, menghadirikan perwakilan dari berbagai kebudayan di Indonesia.
Adapun etnis budaya tersebut seperti Tolaki, Buton, Muna, Moronene, Wakatobi, kemudian etnis Jawa, dari NTT, Sumatera, Kalimantan, Bali, Toraja dan berbagai etnis lainnya.
“Dari budaya ini sehingga anak-anak mereka sudah lahir di Kendari, jadi ketika mereka ditanya, mereka tetap orang Kendari yang bersuku budaya yang dibawanya oleh orangtuanya mereka,” jelasnya. (B)











