Reporter : Muhammad Ali
Editor : Taya
KENDARI – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Bersatu kembali berdemonstrasi di jalan Martandu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (17/10/2019) dengan blokade jalan raya setelah sebelumnya juga berunjuk rasa di depan gedung Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.
Mereka mempertanyakan pelaku penembakan rekan mereka, Randi dan Yusuf Kardawi yang tewas akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala korban saat unjuk rasa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Tenggara pada 26 September 2019.
Baca Juga:
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
- Gerebek Tengah Malam Buta! Polres Konawe & BNNK Sikat Sarang Narkoba di Uepai, 57 Paket Sabu 31 Gram Diamankan, Bandar Kabur.
- Gatur Lalin Kapolres Konawe, Pastikan Keselamatan Anak Sekolah dan Masyarakat
- Gubernur LIRA Sultra Salut Kapolda Himawan Mau Turun ke Jalan! Harap Kapolres Ikuti Jejaknya
“Kami mempertanyakan pelaku penembakan yang belum tuntas dan uji balistik ptoyektil peluru yang dilakukan oleh tim investigasi. Tadi itu kami belum selesai berkomunikasi dengan pihak ketua tim investigasi, malah tiba-tiba masuk ke dalam gedung Polda Sultra,” kesal Koordinator Lapangan, Rahmat.
Mereka berjanji tidak akan melakukan pengrusakan terhadap fasilitas umum. “Kasus ini belum selesai, belum ada tersangka, belum ditangkap pelaku penembakan,” tegas mahasiswa Fakultas Teknik ini.
Seperti yang langsir kumparan pada Kamis (17/10/2019) sebanyak lima anggota polisi yang sebelumnya ditetapkan terperiksa mengikuti sidang disiplin di ruang sidang Propam Polda Sultra. Mereka bertugas di Kepolisian Resor Kota Kendari yang kini dimutasi ke Yanma Polda Sultra. Lima personel tersebut semuanya berpangkat bintara, masing-masing berinisial GM, MI, MA, H, dan E. Sementara satu yang berstatus terperiksa lainnya yakni DK akan menjalani sidang terpisah. (b)











