Ratusan orang berunjuk rasa di Brussels pada hari Minggu untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Uni Eropa ketika Inggris bersiap-siap untuk meninggalkan blok tersebut.
Demonstrasi “March for Europe” dimulai di dekat Pengadilan di kota itu dan melakukan perjalanan sepanjang 2 kilometer menuju Parlemen Eropa.
Demonstrasi itu diadakan pada hari yang sama ketika Perdana Menteri Inggris Theresa May tengah mengadakan pertemuan krisis dengan rekan-rekannya dari pihak Konservatif dan pendukung lantang Brexit di kediaman perdana menteri di Checkers.
Para menteri Kabinet penting membantah laporan media bahwa mereka berencana menggulingkan May dari jabatan puncak negara itu.
Baca Juga :
- Istri Gubernur Sultra ASR Bungkam Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2.19, Gerak Sultra Akan Pertanyakan Langsung ke Kejagung dan Kejati Sultra
- Harga Acuan Nikel September Turun, HMA Tercatat US$16.733,33 per WMT
- Kejagung diminta Transparan Terkait Pengembalian Uang Negara Hasil Garapan Hutan Lindung Milik Istri Gubernur ASR di Bombana Capai Rp2,19 T
- Prabowo Bentuk Satgas PKH, Gerak Sultra Minta Presiden RI Tegur Pemilik PT Tiran Group Indonesia Atas Sanksi PHK
- Dewan Pers Terbitkan “Kecaman Resmi” atas Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
May pekan lalu meminta penundaan Brexit kepada para pemimpin dari 27 negara Uni Eropa yang disetujui sekurangnya sampai 12 April. [my]











