Reporter : M. Ardiansyah R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara telah meminta Pertamina untuk menambah kuota suplai Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Sultra. Penambahan ini dilakukan untuk merespon kelangkaan BBM yang kerap terjadi.
Gubernur Sultra, Ali Mazi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pertamina untuk membahas hal tersebut. “Kita sudah rapatkan kemarin, dalam upaya penambahan kuota BBM bersama Pertamina,” kata Ali Mazi saat di temui MEDIAKENDARI.com, Senin,(18/11/2019)
Baca Juga :
- BULOG Cetak Rekor Sejarah, Pengadaan Beras Tembus 4 Juta Ton
- KSPM FEB UHO Gelar Webinar Nasional, Membongkar Mitos ‘Cepat Kaya’ dan Keamanan Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia
- GERAK Sultra Bongkar Rp 9 T, Gubernur LIRA Lanjut Desak KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Gubernur ASR
- Bobrok PT TMS Terus Terbongkar! Jual 14,4 Juta Ton Nikel di Kawasan Hutan, GERAK Sultra, Temuan BPK RI : Kerugian Negara Rp 9 T, Denda Rp 2,09 T Nunggak Rp 1,5 T
- Meriahkan Maulid dan HUT Kota Baubau ke-25, KKW-H Gelar Lomba Sholawat 24 Majelis Taklim
- Polri Tinggalkan Tagline “Presisi” dan Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”
Ali Mazi menjelaskan, penambahan kuota itu untuk memenuhui kebutahan masyarakat, sebab BBM kini sudah menjadi kebutuhan masyarakat baik transportasi, pertanian, perikanan, hingga industri pertambangan Sultra
“Sudah ada proses memang untuk Sultra harus di tambah, mulai dari pertambangan macam-macam kebutuhan baik itu penggunaan solar,” katanya.
Untuk pelaksanaan kebijakan penambahan kuota, lanjut Ali Mazi, pihaknya masih masih menunggu pergantian direktur PT. Pertamina. “Sekarang ini masih ada pergantian, yah, kita sabar sebentar, setelah pergantian itu mungkin sudah ada proses,” tutupnya. /B











