oleh

Rintis Pendidikan La Bakri Sebelum Menjadi Bupati Buton

-NEWS-110 dibaca

Reporter: Dila Aidzin
Editor: Sardin.D


KENDARI
– Bupati Buton, Drs. La Bakri, M.Si. menceritakan perjalanan pendidikannya sebelum menjabat menjadi Bupati Buton periode 2017-2022. Sedari kecil sudah bepindah pindah tempat dan sejak SMP melakukan segala cara yang bisa menghasilkan uang, mulai dari berjualan pisang ubi dan lain-lain. Bahkan di masa SMA pun dia masih tetap melakukan aktivitas berdangang seperti yang dilakulannya saat SMP.

“Aktivitasnya itu sama, SMA pun saya masih dagang-dagang juga kaki lima, jualan kembang api dulu, kalau di masa masa liburan tahun baru,” ujarnya.

Setelah lulus SMA, La Bakri mengatakan bahwa dia kemudian melanjutkan pendidikan di APDN ( Akademi Pemerintahan Dalam Negeri) dengan jenjang pendidikan D3.

Setelah lulus, saya di tempatkan di kecamatan di salah satu kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah. Disitu banyak sekali orang Buton,” tambahnya.

Kemudian tahun 1991 La Bakri mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi dari D3 APDN menjadi S1 di Jakarta di Institut Ilmu Pemerintahan mengambil jurusan perencanaan bangunan dan lulus pada tahun 1994. Setelah itu dia melanjutkan pendidikan S2 pada tahun 1997 di ITB mengambil jurusan Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan.

Selama menempuh pendidikan dari SD hingga menyelsaikan pendidikan S2, La Bakri mengatakan hal paling berkesan adalah saat dia berada di APDN saat tetpilih menjadi ketua senat karena tantangan yang di dapatkan.

“Itu memang saya diberikan tanggung jawab luar biasa oleh teman-teman bahkan tantangannya pun luar biasa,” bebernya.

Baca Juga: Beras Karing-karing Diborong ASN Baubau

Selain itu juga, La Bakry merupakan ketua DPD Barisan Pemuda Nusantara Provinsi Sulawesi Tenggara. Dia berharap melalui organisasi ini dapat menambah dinamisnya organisasi kepemudaan di nusantara.

“Bagi pemuda pemudi pada khususnya warga Sulawesi Tenggara saya berharap setiap individu dari kita siapapun diantara kita mari kita memberikan sumbangsih kita, pemikiran kita, tenaga bahkan jiwa raga kita untuk negeri kita, untuk Indonesia, untuk Sulawesi Tenggara, dan tentu saja untuk diri kita dan keluargakita masing-masing,” harapnya.

Tujuan La Bakri terjun ke dunia politik dan menjadi Bupati Buton salah satunya adalah melihat kondisi Buton terutama infrastruktur yang perlu dibenahi dengan kepemimpinan.

“Hanya dengan cara itu yang bisa saya sumbangkan maka mulai tahun 2006 itu saya memberanikan diri untuk maju dan saya pulang pergi Jakarta Buton setiap sabtu minggu untuk memberikan pembelajaran,” tukasnya.

Terkini