Santai Tapi Tegas! Wakapolda Sultra Ngopi Bareng Ketua Kopdar Rusmin dan Tokoh Sultra Bisman Saranani, Bahas Kantibmas, Narkoba, Miras Hingga Judol
KENDARI, Mediakendari.com Suasana cair, santai, tapi penuh makna. Itulah gambaran pertemuan Wakapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Budi Hermawan, S.I.K., bersama elemen masyarakat di Kendari, di Salah satu Warkop di Kota Kendari, Rabu 21 Oktober 2026.
Didampingi para Pejabat Utama Polda Sultra, Wakapolda bertatap muka langsung dengan Ketua Kelompok Sadar Kamtibmas Kopdar Kantibmas) Sulawesi Tenggara yang di Ketua Rusmin Abdul Gani dan tokoh masyarakat Sultra yang juga Ketua Forum Sultra Bersatu, Bisman Saranani.
Pertemuan ini adalah wujud nyata program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”.
Mengawali sambutannya dengan gaya humanis, Wakapolda Budi Hermawan, satu per satu menyapa dan memperkenalkan jajarannya.
Ada Dirbinmas Kombes Sahnawi putra asli Sultra, Kabid Humas Kombes Iis Kristian, Dir Narkoba Kombes Amri yang disebut garang berantas narkoba, Dirlantas Kombes Argo Wiyono yang anggotanya stand by di simpul macet tiap pagi, Dir Samapta, hingga Kabid Dokkes dan perwakilan Kesbangpol.
Wakapolda pun memperkenalkan diri, Ia lahir di Surabaya, besar di Ambon dari TK sampai SMA, dan baru 4 bulan bertugas di Sultra bersama Kapolda.
Dalam arahan Kamtibmasnya, Brigjen Budi Hermawan menegaskan Polda Sultra sedang gencar operasi narkoba dari tingkat Polda hingga Polsek.
“Kita berupaya membersihkan Kampung Salo. Ini tidak hanya hari H saja, tapi terus-menerus, membangun kampung itu menjadi kampung yang bersih. Jangan sampai berkembang terus menjadi Texas,” tegas Wakapolda.
Ia didukung penuh oleh Ketua Kopdar dan Bisman Saranani yang hadir mewakili suara masyarakat.
Selain narkoba, Wakapolda menyoroti dua penyakit masyarakat yang ngetren di Sultra yaitu Miras dan Judi Online (Judol).
Menurutnya, banyak kasus penganiayaan dan KDRT diawali dari miras, baik lokal maupun dari luar. Miras merusak otak dan kesadaran, hingga istri, anak, bahkan orang tua bisa jadi korban.
“Di sini miras juga ada. Banyak kasus KDRT, istri dipukul. Bahkan sebaliknya, suami dibunuh gara-gara sering mabuk,” ungkapnya.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah Judol. Wakapolda menyebut dampaknya luar biasa, bukan hanya masyarakat bawah, tapi kaum elit dan berpendidikan pun terjerat hingga gulung tikar.
Ia meminta Dirbinmas untuk gencar masuk ke sekolah-sekolah, periksa HP siswa yang kerap menyimpan aplikasi judol dan video kekerasan yang merusak psikis anak.
Brigjen Budi Hermawan menegaskan, tugas menjaga Kamtibmas adalah tugas Polri, tapi mustahil berhasil tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Kopdar Kamtibmas yang punya resort hingga tingkat Polres dan tokoh-tokoh seperti Bisman Saranani.
“Apa yang bisa kita lakukan, kita lakukan. Apa yang tidak bisa, kita salurkan dan koordinasi dengan pemerintah. Setiap permasalahan nanti kita tampung, kita catat, kita telaah dan kita tindak lanjuti,” janjinya.
Ia juga menanggapi keluhan warga soal geng motor berknalpot brong yang resahkan warga hingga subuh.
Wakapolda mengaku langsung memerintahkan patroli malam sampai subuh, dan pagi ini sudah ada lurah yang Whatssap (WA) mengucapkan terima kasih karena sudah ditindaklanjuti.
Di akhir sambutan, Wakapolda mengajak semua yang hadir untuk meneriakkan yel-yel baru:
“Salam Polisi! Polisi Bersama Masyarakat!” sambil tangan kanan menghadap ke depan.
Pertemuan dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka, di mana Ketua Pokdar, Bisman Saranani, Ketua HNSI, pemerhati tambang, tokoh tani, dan pemuda dipersilakan menyampaikan uneg-unegnya langsung kepada Wakapolda.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Ketua Kopda Kamtibmas Rusmin Abdul Gani, menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam menjaga Kamtibmas.
Ketua Pokdarkamtibmas dengan blak-blakan memuji program Kapolri “Polisi Bersama Masyarakat”.
Menurutnya, program ini menjadi spirit baru dan sangat booming di masyarakat.
“Jujur Pak Jenderal, setelah Pak Kapolri menyampaikan program ‘Polisi Bersama Masyarakat’, ini otomatis membuming dan menjadi spirit. Karena selama ini kesan polisi eksklusif, tapi begitu ada program ini, kesannya inklusif,” ungkap Rusmin.
Rusmin juga menjelaskan, Kopdar Kamtibmas adalah organ resmi kepolisian yang diangkat dan dilantik oleh Polda, dan memiliki kepengurusan hingga tingkat Polres (Resort).
Pertemuan ini sengaja mengundang berbagai elemen masyarakat Sultra, mulai dari Ketua HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), pemerhati tambang, tokoh tani, hingga tokoh masyarakat.
Tujuannya agar persoalan riil di lapangan, baik soal nelayan, pertambangan, hingga pertanian, bisa didengar langsung oleh pimpinan Polda.
“Polda Sultra, Kopdar Kantibmas ini adalah jembatan masyarakat kepada kepolisian untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di masyarakat. Mohon maaf Pak Jenderal, sebentar kita lebih agak terbuka, karena sekarang polisi sudah bersama masyarakat. Jadi apapun keluhan masyarakat harus kita sama-sama dengarkan,” tegasnya.
Rusmin juga memperkenalkan dirinya sebagai pengurus KBP Polri di pusat, yang hadir bersama Sekretaris KBP Polri Sultra.
Ia berharap dengan slogan baru ini, organ Pokdarkamtibmas bisa lebih difungsikan secara maksimal untuk membantu tugas-tugas kepolisian di daerah.
Sambutan ditutup dengan harapan sinergi Polri dan masyarakat semakin kuat demi Sultra yang aman dan kondusif.
Laporan: Tim Redaksi











