Reporter : Herdin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) sudah memberikan himbauan kepada para pedagang untuk tidak lagi berjualan di depan Gedung pasar sentral Wua-wua, namun sampai saat ini masih banyak pedagang yang memilih membuka lapaknya di luar gedung.
Kondisi ini dikarenakan, dalam beberapa pekan terakhir ini kondisi pasar selalu sepi pembeli di dalam pasar, sehingga mereka lebih memilih berjualan diluar, meskipun tahu bahwa itu memang dilarang. Sebab menurut pedagang, untuk berjualan di dalam pasar mereka harus mengambil uang di Bank untuk membayar sewa kios.
Baca Juga :
- Epson Indonesia Gelar Buka Puasa Bersama Media, Diawali Olahraga Padel
- BPR Bhatramas Konawe Luncurkan Operasi Pasar Murah: Bantu Masyarakat Miskin dan Tekan Inflasi
- Toko Damai Kendari Hadirkan Promo Ramadhan untuk Kebutuhan Rumah Tangga
- Toko Damai Kendari Hadirkan Promo Anniversary Berhadiah Motor dan Elektronik
- Sambut Ramadhan, Informa Kendari Hadirkan Promo Beli 1 Gratis 1 Aksesoris Rumah
- Belanja Furnitur di INFORMA Kendari, Dapat 2X Poin Rewards dan Cashback hingga 10%
Salah seorang pedagang, yang memilih berjualan di depan gedung pasar Wuawua, H. Ramli mengatakan, sepinya pembeli di dalam pasar dikarenakan masih banyaknya pedagang yang berjualan di luar pasar bahkan hingga di pinggir jalan, sehingga pembeli lebih memilih berbelanja di luar pasar karena lebih praktis.
“Ditambah lagi dengan adanya biaya sewa kios bagi pedagang di dalam pasar karena kalau sepi pembeli kita mau bayar pake apa nantinya,” katanya kepada Mediakendari.com, Senin (25/3/2019)
Untuk meminimalisir hal ini, salah satu pedagang lainnya yang merahasiakan identitasnya berharap, kepada Pemkot Kendari untuk menindak lapak-lapak yang tidak resmi, yan berada di pinggir jalan, sehingga pasar Wuawua bisa kembali ramai dikunjungi pembeli.
Pedagang yang masih berjualan di dalam, BA (27) mengakui, jika berjualan di dalam gedung pasar memang sepi pembeli, namun dirinya dan pedagang lainnya tetap menjual di dalam, karena dirasakan lebih nyaman dan lebih praktis dalam merapikan lapaknya ketika hendak pulang ke rumah.
Baca Juga :
- Nur Alam Gelar Buka Puasa Bersama Santri dan Anak Yatim di Masjid Al Alam Kendari
- Polemik Dugaan Tambang Nikel Ilegal di Konut, Status Hukum Anton Timbang Jadi Sorotan
- Siswa SIP Angkatan 55 Polda Sultra Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Ikhlas Baruga
- Kapolda Sultra Salurkan Zakat Fitrah kepada 159 Penerima Jelang Idulfitri
- Kapolda Sultra Pantau Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Amolengo dan Torobulu
“Sebenarnya di awal-awal pasar ini dibuka ramai sekali pembelinya, namun setelah biaya parkir dibebankan kepada pengunjung yang dirasa begitu berat, pasar Wuawua langsung sepi,” katanya.
Sementara itu, saat media ini berusaha menemui pimpinan PD Pasar Wuawua, untuk meminta penjelasan terkait persoalan ini, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. (A)











