Reporter : Mumun
Editor : Taya
WANGGUDU – Menanggapi soal banjir yang melanda sejumlah kabupaten di Sulawesi Tenggara (Sultra), Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian mendorong agar penyebab banjir tersebut dikaji lebih mendalam. Demikian disampaikan dalam konferensi pers di Rujab Bupati Konawe Utara, Sabtu (22/6/2019).
“Kita perlu mencari tahu apa penyebab banjir bandang ini, karena ini menyebabkan beberapa kabupaten. Ini jangan terjadi lagi, kalau seandainya akar masalah ini cepat dicari tahu,” katanya.
Menurut Tito, banjir di beberapa kabupaten harus melibatkan Pemerintah Provinsi Sultra selaku otoritas bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dan pusat melakukan kajian ilmiah soal lingkungan.
“Ini bisa dilakukan kajian lingkungan dengan melibatkan universitas, bisa juga dari ahli konsultan. Banjir bandang ini masalahnya apa? Apa mungkin pengaruh lingkungan intensitas hujan yang tinggi mungkin bisa dibuatkan sistem kanal, supaya arus yang terjang itu bisa mengalir dan tidak terjadi genangan,” ujarnya.
BACA JUGA :
- AWAS SPK BODONG! Bos PT APNI Ana Shela Tiara Tegaskan: Hanya APNI Kontraktor Tunggal di IUP PT Bososi Pratama
- Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Dilaporkan ke KPK! Diduga Terima Aliran Dana Tambang Rp 2,09 Triliun PT TMS
- Subuh Berkah di Laeya: Kapolres Konsel Safari Subuh Keliling, Ajak Warga Jauhi Narkoba dan Judol
- Kampung Salo Digerebek! Polda Sultra Sita Senjata, Bong Sabu dan Buku Transaksi – 11 Orang Diciduk
- Kapolres Konsel Tanam Harapan di Laeya: Satu Pohon Kelapa untuk Masa Depan
- Diduga Uang Miliaran Mengendap, AMPUH Sultra Desak Kajati Sugeng Riyanta Ungkap Dugaan Tipikor Proyek BPBD Konawe Utara
“Apakah ini berkaitan dengan pembukaan lahan, adanya fungsi hutan yang hilang atau berkurang sehingga daya serap air berkurang atau mungkin adanya pemukiman,” lanjutnya.
Meski demikian, Tito mengakui jika Kabupaten Konawe Utara pada khususnya dan Sultra merupakan daerah subur yang mengandung potensi pada sektor perkebunan dan pertambangan.
“Ini menarik banyak investor yang datang ke sini. Ini perlu disiapkan Amdalnya dulu sebelum dikeluarkan perizinannya. Kita ingin sumber daya alam yang besar ini dapat dimanfaatkan sebaiknya demi kepentingan masyarakatnya dan memberikan pemasukan PAD bagi daerah,” harapnya. (A)











