Reporter : Taswin Tahang
Editor: Taya
KENDARI – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam (STIE 66) Kendari akan mengubah status dari binaan ke madya.
Perubahan status ini untuk menjadi perguruan tinggi yang maju dan mandiri di kawasan Asia Tenggara pada 2030.
Ketua STIE 66, Bahtiar Abbas mengungkapkan dalam mencapai status madya tersebut, pihaknya akan melakukan beberapa pengembangan pada beberapa aspek seperti pendidikan dan pengajaran, peningkatan kerja sama baik lokal maupun nasional dalam aspek penilitian, pengabdian masyarakat serta tata kelola perguruan tinggi.
Baca Juga :
- Kejari Konawe Gelar Penilaian Barang Rampasan Ore Nikel Hasil Tambang Ilegal di Konut
- Kapolda Sultra Ajak Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026
- Konsorsium Driver Sultra Surati Gubernur, Ini Materi Pengaduannya
- Konsorsium Aktivis di Konawe sebut KPK RI tidak Punya Taring Usut 8 Proyek Diduga Mengalami Kerugian Negara Pantastis?
- Buka Turnamen Kapolda Sultra Cup Basketball Competition 2026, Himawan Bayu Aji : Wadah Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi
- Silaturahmi ke Lanud Halu Oleo, Polda Sultra Perkuat Soliditas
“Pada tahun depan akan ada 10 tenaga pendidik dari guru besar yang akan menjadi tenaga pendidik,”katanya. saat ditemui MEDIAKENDARI.com, Rabu (4/12/2019).
Bahtiar berharap peralihan status ini nantinya dapat membuat STIE 66 akan lebih diminati masyarakat khususnya masyarakat yang berdomisili di Sulawesi Tenggara.
“Untuk tahun ini jumlah mahasiswa sekitar 1200 orang yang tersebar pada pendidikan S1 akutansi, S1 Manajemen, dan magister manajemen,” tutunya. (b)











