Reporter : Taswin Tahang
Editor: Taya
KENDARI – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Enam Enam (STIE 66) Kendari akan mengubah status dari binaan ke madya.
Perubahan status ini untuk menjadi perguruan tinggi yang maju dan mandiri di kawasan Asia Tenggara pada 2030.
Ketua STIE 66, Bahtiar Abbas mengungkapkan dalam mencapai status madya tersebut, pihaknya akan melakukan beberapa pengembangan pada beberapa aspek seperti pendidikan dan pengajaran, peningkatan kerja sama baik lokal maupun nasional dalam aspek penilitian, pengabdian masyarakat serta tata kelola perguruan tinggi.
Baca Juga :
- Lagi! Polres Konsel Gagalkan Peredaran 50 Sachet Sabu 11,62 Gram di Lamboo Moramo, Pemuda 20 Tahun Diciduk
- Bengkel Seni FISIP UHO Bangkit! Resmi Lantik 73 Anggota Baru di 5 Divisi, Siap Guncang Panggung Seni Kampus
- Jelang HUT ke-75 Humas Polri, Kabag SDM Polres Konsel AKP Sriyanto Pimpin Bakti Sosial di Gereja Siloam : Indahnya Toleransi Polri Bersama Masyarakat
- Bukan Razia, Bukan Penindakan, Fenomena Polri di Jalan di Sultra: Kapolda Atur Lalin, Wakapolda Apel di SMA, Kapolres Konawe Sebrangkan Siswa
- Gerebek Tengah Malam Buta! Polres Konawe & BNNK Sikat Sarang Narkoba di Uepai, 57 Paket Sabu 31 Gram Diamankan, Bandar Kabur.
- Gatur Lalin Kapolres Konawe, Pastikan Keselamatan Anak Sekolah dan Masyarakat
“Pada tahun depan akan ada 10 tenaga pendidik dari guru besar yang akan menjadi tenaga pendidik,”katanya. saat ditemui MEDIAKENDARI.com, Rabu (4/12/2019).
Bahtiar berharap peralihan status ini nantinya dapat membuat STIE 66 akan lebih diminati masyarakat khususnya masyarakat yang berdomisili di Sulawesi Tenggara.
“Untuk tahun ini jumlah mahasiswa sekitar 1200 orang yang tersebar pada pendidikan S1 akutansi, S1 Manajemen, dan magister manajemen,” tutunya. (b)











