Reporter : Mumun
Editor : La Ode Adnan Irham
WANGGUDU – 510 pengungsi korban banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), yang tinggal di hunian sementara kehabisan stok makanan. Saat ini ratusan pengungsi harus berupaya sendiri mencari kebutuhannya.
Kekosongan logistik korban banjir diungkapkan Kepala Dinas Sosial Konawe Utara, Nafsahu. Kata dia, saat ini instansinya tidak bisa lagi menangani pengadaan logistik karena stok beras 100 ton lebih sudah habis.
“Nda adami, habis. Tinggal menunggu untuk jaduknya. Untuk sementara nda bisami kita tangani, sudah habismi masa transisi. Kecuali tahun depanpi,” kata Nafsahu, Kamis (10/10/2019).
BACA JUGA :
- Daftar Perusahaan Tambang Masuk Daftar Sanksi Administratif RP80,19 TRILIUN, ANTAM Terbesar, Perusahaan Istri Gubernur Sultra ASR urutan ke 10
- Gandeng Kejati Sultra, Gubernur Percepat Pengamanan Aset Daerah dan Tata Kelola SDA
- GERAK SULTRA Apresiasi Rencana Kejati Sultra Cek dan Verifikasi Tambang Nikel di Pulau-Pulau, Termasuk Pasca Tambang Milik Istri Gubernur Sultra ASR Juga
Di tempat terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut, Djasmiddin, membenarkan kondisi logistik di lapangan untuk korban banjir telah habis.
“Logistik yang mana. Belum ada tambahannya. Belum ada yang talangi, karena memang belum ada logistik yang masuk. Itu bagiannya Dinsos, tapi sekarang logistik di Dinsos lagi kosong. Tapi kami tetap berupaya. Upaya mereka (Pengungsi) sendiri saja dulu. Anggaran untuk logistik yang disiapkan tidak ada, memang itu untuk Dinsos,” ujarnya.
Untuk diketahui, 841 korban banjir yang sementara dibangunkan hunian sementara oleh pemerintah. Sementara yang bertahan tinggal di Camp pengungsian hingga saat ini berjumlah 510 kepala keluarga. (A)











