BUDAYABUTON SELATANDAERAHWISATA

Sultra Unjuk Gigi, Sail to Indonesia 2025 di Buton Selatan Jadi Sorotan Dunia

3042
×

Sultra Unjuk Gigi, Sail to Indonesia 2025 di Buton Selatan Jadi Sorotan Dunia

Sebarkan artikel ini
Bertempat di Pantai Singku, Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, kegiatan ini menjadi magnet bagi para pelayar internasional, pelaku pariwisata, dan komunitas lokal.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menarik perhatian dunia melalui penyelenggaraan Sail to Indonesia 2025 yang resmi dibuka di Kabupaten Buton Selatan, Minggu (24/8/2025).

Bertempat di Pantai Singku, Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, kegiatan ini menjadi magnet bagi para pelayar internasional, pelaku pariwisata, dan komunitas lokal.

Pembukaan acara dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling, yang mewakili Gubernur Sultra.

Turut hadir pula perwakilan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, jajaran Forkopimda Provinsi Sultra, Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan beserta jajaran pemerintah daerah, sejumlah bupati/wali kota se-Sultra, Ketua dan Anggota DPRD Buton Selatan, Forkopimda Buton Selatan, Kadis Pariwisata Sultra, pimpinan instansi vertikal, tokoh adat dan budaya, pelaku usaha pariwisata, serta UMKM.

Semarak acara makin terasa dengan kehadiran peserta dan kru Sail to Indonesia dari berbagai negara. Membacakan sambutan Gubernur Sultra, Hugua menyampaikan pesan selamat datang kepada seluruh peserta.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, saya menyampaikan selamat datang dan rasa hormat yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta Sail to Indonesia. Kami merasa bangga atas pilihan Anda untuk singgah di Buton Selatan, daerah kaya budaya, sejarah, dan keindahan alam yang masih asri. Semoga para tamu membawa pulang pengalaman mendalam tentang keramahtamahan masyarakat Sultra,” ungkap Hugua.

Ia menekankan bahwa Sail to Indonesia bukan sekadar ajang pelayaran, tetapi sarana strategis untuk memperkenalkan Sultra kepada dunia.

“Kehadiran Sail di Buton Selatan merupakan momentum penting untuk memperkenalkan potensi alam, budaya, dan kuliner khas daerah ke panggung global,” ungkapnya.

Ia mencontohkan keindahan Pantai Batu Atas, atraksi tari tradisional Lariangi, hingga warisan budaya perahu tradisional lepa-lepa yang menjadi kekayaan khas masyarakat Buton.

Hugua juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan ini, dimana Sulawesi Tenggara memiliki lebih dari 600 pulau dengan potensi bahari luar biasa.

Kehadiran Sail akan menjadi pemicu berkembangnya sektor produktif seperti ekonomi kreatif, UMKM, jasa pariwisata, hingga kuliner lokal.

“Inilah saatnya kita mendorong potensi ini agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” tambahnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Terlebih kebersamaan inilah yang menjadi kunci. Dengan kolaborasi yang solid.

“Saya percaya Buton Selatan tidak hanya akan dikenal sebagai daerah singgah dalam pelayaran, tetapi juga akan tumbuh menjadi destinasi unggulan pariwisata bahari Indonesia,” tegas Hugua.

Rangkaian kegiatan Sail to Indonesia 2025 di Buton Selatan berlangsung pada 24–28 Agustus 2025, mencakup parade kapal, penyambutan peserta di Singku Lande, penampilan tari daerah, kuliner khas, tarian kolosal Badendda, kunjungan pasar tradisional, wisata pantai, makan malam bersama masyarakat, pameran UMKM, hingga Gala Dinner yang menampilkan atraksi budaya.

Data terbaru mencatat 109 peserta dengan 36 kapal yacht. Sebanyak 70 orang dengan 26 kapal berlayar dari Wakatobi menuju Buton Selatan, sementara sisanya masih berada di Wakatobi dan dalam perjalanan.

Di antaranya, kapal Kiskadee (Belanda dan Jerman), Alicat (Australia), dan Independence (Amerika Serikat). Dengan berbagai agenda dan partisipasi internasional ini, Sultra memanfaatkan momentum Sail to Indonesia 2025 untuk memperkuat promosi pariwisata, membuka peluang investasi, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan mempererat hubungan masyarakat lokal dengan komunitas dunia.

You cannot copy content of this page