KENDARIMETRO KOTAPEMPROV

Sekda Asrun Lio Resmi Buka FTBI 2025, Tegaskan Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah di Sultra

99
×

Sekda Asrun Lio Resmi Buka FTBI 2025, Tegaskan Komitmen Pelestarian Bahasa Daerah di Sultra

Sebarkan artikel ini
Kehadirannya mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka.

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., secara resmi membuka Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 pada Rabu (12/11).

Kehadirannya mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka.

Dalam sambutannya, Asrun Lio menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen kuat menjaga kelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya lokal.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara yang berada di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek atas prakarsa penyelenggaraan FTBI 2025.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Balai Bahasa yang telah menginisiasi kegiatan penting ini dalam menjaga warisan budaya daerah, khususnya bahasa Tolaki dan Wolio,” kata Asrun Lio.

Ia menjelaskan, Sulawesi Tenggara memiliki keberagaman bahasa daerah yang sangat kaya, mulai dari Wolio, Tolaki, Muna, Moronene, Ciacia, Kulisusu, Wakatobi, Culambacu, Lasalimu-Kamaru, dan berbagai bahasa lainnya.

Namun, sebagian bahasa ini mulai menghadapi risiko kepunahan akibat semakin kuatnya arus modernisasi dan globalisasi.

Karena itu, lanjutnya, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat untuk memperkuat pelindungan bahasa Ibu.

Ia menyebut integrasi pelestarian bahasa daerah dalam pendidikan dan penguatan peran generasi muda menjadi langkah strategis yang harus terus dilakukan.

“Kami mengajak pemerintah kabupaten dan kota agar menempatkan pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan daerah, termasuk mendukung pembelajaran muatan lokal di sekolah,” ujarnya.

Sekda juga memberikan apresiasi kepada para guru, pembina, serta pihak-pihak yang telah berperan dalam membimbing peserta FTBI 2025. Baginya, festival ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran yang mendorong munculnya generasi muda yang cerdas, berprestasi, dan tetap berakar pada identitas budaya lokal.

“Festival ini bukan sekadar lomba, tetapi ruang belajar bagi generasi penerus untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa dan budaya daerah kita,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Asrun Lio mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pelestarian bahasa daerah sebagai gerakan berkelanjutan, bukan hanya seremoni tahunan. Menurutnya, bahasa ibu harus tetap hidup di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Acara pembukaan FTBI 2025 turut dihadiri perwakilan Ketua DPRD Provinsi Sultra, perwakilan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kepala daerah kabupaten/kota, para kepala dinas, pimpinan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, lembaga adat Tolaki dan Buton, para maestro bahasa dan sastra daerah, serta tunas muda Tolaki dan Wolio.

Festival ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap bahasa daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Sulawesi Tenggara di tengah perubahan zaman.

You cannot copy content of this page