oleh

Tagar 2019 Ganti Presiden Bukan Seruan Politik Tetapi Seruan Moral

-FEATURED, PILPRES, POLITIK-59 dibaca

JAKARTA – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera yang kini sudah dikenal dengan sebutan ‘sang pencetus tagar 2019 ganti presiden’ tersebut menyebutkan hastag ganti presiden sangking populernya dan kini sudah dimuat dalam Majalah Tempo merupakan seruan moral.

Hal tersebut terjadi, menurutnya karena sudah hampir enam kali ratingnya diposisi teratas terus ketimbang hastag 2019 Tetap Jokowi.

“Hasil klop kami, kemarin juga sudah menjadi berita utamanya Tempo Majalah. Kita hampir enam kali lipat hastag kita lebih kuat ketimbang hastag 2019 Tetap Jokowi,” kata Mardani Ali Sera, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2018).

Tak hanya Itu, Lanjut Mardani, dari bulan Maret sampai akhir Juli sudah 560 juta ritsnya jadi luar biasa sementara Tim pak Jokowi cuman 112.

Atas dasar di atas, menurutnya bahwa masyarakat Indonesia banyak yang menginginkan ganti presiden ketimbang yang ingin mau melanjutkan kepemimpinan yang sekarang.

“Kami melihat keinginan masyarakat harus ganti presiden luar biasa khecer utamanya di shosial media,” ungkap Mardani

Selain itu, Mardani menyebutkan keinginan masyarakat untuk mengganti kepemimpinan yang sekarang karena dianggap tak mampu menumbuhkan ekonomi, kesehatan serta tak mampu menyatukan umat dan bangsa ini.

“Mereka menginginkan ekonomi kita segera membaik, jaminan kesehatan kita tidak sulit seperti sekarang, umat kita bangsa kita bersatu,” cetusnya

Walau begitu Mardani menyebutkan pihaknya juga sangat sadar bahwa gerakan itu sebetulnya lebih kepada sosial mukmen bukan  gerakan politik.

“Nah karena itu ketika ditanya siapa calon presiden dan calon wakil presiden dari usulan ganti presiden? yah kami katakan itu tidak domain kami, domain kami adalah menyadarkan publik untuk memilih pemimpin yang baik”

“Tapi kami punya seruan moral ,pililah si fulan si fulan,” tutupnya.(a)


Reporter : Suriadin

Terkini