Reporter : Ardilan
Editor : Taya
BAUBAU – Seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai menerapkan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020.
Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rayon Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan, La Jaman mengungkapkan, sistem zonasi yang diterapkan nanti dibagi berdasarkan alamat tempat tinggal peserta didik yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
Untuk cara pendaftarannya, La Jaman membeberkan, siswa akan mendaftar secara online sesuai dengan zona tempat tinggalnya. Apabila mendaftar di sekolah di luar zona asalnya, kata dia, sistem secara otomatis akan menolak siswa tersebut. Sistem juga secara otomatis akan menunjukan kepada siswa agar sekolah yang seharusnya mendaftar.
“Yang tinggal di Kecamatan Wolio wilayah pendaftarannya di SMAN 1 Baubau. Kalau di daerah Betoambari wilayah pendaftaranya di SMAN 2, 3 dan 4 Baubau. Begitu pun di Kecamatan lainnya,” ucap La Jaman, Rabu (3/7/2019).
La Jaman juga menjelaskan SMAN 1 Baubau yang ada di Kecamatan Wolio tidak akan mampu menampung semua lulusan siswa SMP di daerah itu. Untuk mengatasi itu, usai pengumuman siswa yang tidak lolos perengkingan di SMAN 1 akan dirujuk otomatis ke SMA terdekat dari wilayah Kecamatan Wolio.
“Sistem secara otomatis akan mengarahkan ke sekolah yang dekat lainnya bagi siswa yang tidak lolos perengkingan di sekolah tujuan yang kuotanya masih mencukupi,” ujarnya.
BACA JUGA :
- GERAK Sultra Sebut Kadis Kominfo dan Pariwisata “Plasback ke Belakang saat Debat Kandidat Calon Gubernur”, Disitu Keterlibatan Gubernur ASR dalam Pusaran PT TMS
- Pengacara Andre Dermawan Soroti Klarifikasi Kadis Kominfo Sultra soal PT TMS: Seperti Humas Perusahaan
- Kasi Pidum Kejari Konawe Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan terhadap Keluarga
- Humas PT Tiran Enggan Klarifikasi Sanksi Satgas PKH, GERAK Sultra Minta Menteri Amran Evaluasi Kinerja Lapili
- CBD Konawe Utara Belum Difungsikan, Sejumlah Bagian Bangunan Rusak, GERAK-SULTRA Desak Kejati Turun
- Kembalikan Kerugian Negara dari Tata Kelola Tambang Nikel, GERAK SULTRA Minta Kejagung Tak Tebang Pilih Tangani PT CNI dan PT TMS
La Jaman mengaku sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dinilai baik dan positif. Pasalnya, hal ini agar menghindari adanya sekolah favorit dan lebih mendekatkan siswa bersekolah dekat dengan tempat tinggalnya.
Selain itu, menurut dia, penerapan sistem zonasi juga bakal menghindari adanya siswa titipan ataupun jatah dan pungutan liar (Pungli).
“Sistem zonasi ini porsinya 80 persen. Selain itu, tiap sekolah juga diporsikan jalur khusus, yakni jalur siswa berprestasi 15 persen, dan jalur pindahan orang tua 5 persen,” pungkasnya.
Dia menambahkan, penerapan sistem zonasi ini berdasarkan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dan Surat Edaran Bersama Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). (a)











