Reporter : Hasrun
Editor : Def
KASIPUTE – Tari Rejang Renteng turut menghiasi prosesi Festival Ogoh-ogoh dalam rangkan menyambut Hari Raya Nyepi, yang dipusatkan di Desa Kalaore, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (06/03/2019) sore. Para Penari yang berjumlah sekitar ratusan orang itu berasal dari tiga desa yang tersebar di Kecamatan Lantari Jaya.
Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu (PPH) Bombana, Nyoman Sarka menuturkan, Tari Rejang memang selalu dilakukan setiap hari-hari besar Umat Budha di Indonesia, tak terkecuali didaerah Bombana.
Baca Juga :
- PNS di Bombana Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya
- Ketua Umum OASIS Sultra Soroti Penanganan Aksi di Bombana, Minta Evaluasi
- Penanganan Aksi di Bombana Dipersoalkan, Okri Soroti Sikap Kapolres
- Kapolres Bombana Turun Langsung Tangani Aksi Unjuk Rasa Soal RTRW dan WPR
- Kapolda Sultra dan Ketua DPRD Kunker ke Bombana, Pastikan Kamtibmas Kondusif Jelang Ramadan
- SRIKANDI AMBA SULTRA Resmi Diluncurkan, Wadah Konsolidasi dan Sosialisasi Kelembagaan di Sulawesi Tenggara
“Yah seperti Ulang Tahun Pura dan hari-hari besar seperti ini, selalu kita tampilkan,” ucapnya.
Kata Nyoman, tujuan dari Tari Rejang yang dilakukan oleh 100 orang perempuan umat Hindu, untuk mempertahankan budaya umat Hindu itu sendiri.
“Apalagi kan kita bermacam-macam suku budaya, kita mau budaya kita juga kelihatan,” ujar Nyoman.
Ia berharap, menjelang di musim Politik ini, umat Hindu di Bombana dapat menjaga kedamaian dan keamanan. Lanjutnya, Umat Hindu ditekankan agar menyukseskan Pemilu 2019 sesuai tema nasional
“Melalui Catur Brata Penyepian kita sukseskan Pemilu 2019”.
Baca Juga :
- Kontroversi Gedung Koperasi Merah Putih Konawe: Pihak Teknis Bantah Tudingan Tidak Sesuai Spesifikasi
- Penataan Ulang Komposisi Pengurus BPR Bahteramas, Harapan Baru bagi Masyarakat
- MBG di Konawe: Program Baik yang Dipahami Salah, Korwil BGN Klarifikasi Fakta Sebenarnya!
- BGN Tekankan Pentingnya Keamanan Makanan di wilayah SPPG Konawe
- Gerakan Prabowo Indonesia Maju Mengelar Buka Puasa Bersama Sekaligus Santunan Anak Yatim di Tongauna
- BPR Bahteramas Konawe Siap Kawal Visi-Misi Pembangunan ‘Konawe Bersahaja’ 2025–2030 Bebas Narkoba
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lantari Jaya, IPDA Tufik Frida Mustofa, ST.K mengungkapkan, sebagai warga negara Indonesia harus menjujung tinggi budaya serta melestarikannya.
“Walaupun mereka Agama lain, tetapi sebagai masyarakat Indonesia kita harus saling mendukung,”paparnya.
Menurutnya, setiap masyarakat Indonesia yang berbagai macam Suku, Budaya serta Agama harus tetap solid. Untuk mewujudkan indonesia yang lebih maju. (A)











