Reporter : Hendrik B
Editor : Def
KENDARI – Aksi pembubaran paksa demo penolakan aktivitas pertambang di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berdemonstrasi di halaman kantor Gubernur Sultra, pada Rabu (6/3/2019). Menyisahkan luka bagi beberapa warga Konkep, mereka babak belur dihajar pihak keamanan.
Atas kejadian itu, beberapa warga terpaksa dilarikan di Puskesmas Poasia untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka yang dideritanya.
Baca Juga ;
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
- Jalin Kerjasama Publikasi Jangka Panjang, Komisaris MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan Kepada Perwakilan Manajemen Huayou Cobalt dan Apresiasi IPIP Pomalaa sebagai Pusat Hilirisasi Baru di Sultra
- Jumat Berkah Bapenda Sultra, Bayar PKB di Samsat Drive Thru Dapat Paket Makanan Gratis
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
- LIRA Sultra Desak Kejati Periksa Gubernur ASR Terkait Dugaan Aliran Dana Pilkada dari PT TMS
Salah satu warga Konkep yang menjadi korban, Adi Maliano (23) mengaku mengalami luka parah pasca terjadinya pembubaran paksa. Dirinya mengaku dipukul dibagian kepala dan perut dengan menggunakan tongkat sari petugas Satuan Polisi Pamong Praja.
“Saya mengalami memar dibagian kepala, pundak, dan perut akibat pukulan itu,” ungkapnya kepada Mediakendari.com, dengan nada yang lemas, Rabu (06/03/2019) saat ditemui di Puskesmas Poasia.
Baca Juga :
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- Apresiasi Penanganan Tipikor, Ampuh Desak Kajati Sultra Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Tower Bank BPD Sebesar Rp 7, 7 Miliar
- Sempat Bersitegang Antara Pedagang dan Petugas, Ratusan Lapak Bensin Eceran di Sekitar SPBU Andonohu Ditertibkan
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
Dikatakannya, bukan hanya memar saja, tetapi bekas operasi usus buntunya juga mengalami sakit akibat benturan tongkat itu.
“Saya belum lama operasi usus buntu dan akibat pemukulan itu, saya rasa sakit di perut bagian bekas operasi,” cetusnya. (B)











