Reporter : Kardin
Editor : Kang Upi
KENDARI – Serikat Tani Nasional (STN) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengutuk keras aksi represif pihak Kepolisian dan Satpol PP yang membubarkan paksa massa aksi warga Wawonii, Konawe Kepulauan (Konkep) di Kantor Gubernur Sultra, Rabu (6/3/2019).
Ketua STN Sultra, Ashudin menerangkan, sikap pengamanan aksi yang melakukan pemukulan dan penembakan gas air mata terhadap masyarakat Konkep adalah bentuk ketidakseriusan Gubernur Sultra, Ali Mazi dalam menangani persoalan pertambangan di bumi anoa khususnya di wilayah Konkep.
Baca Juga :
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
- Informa Kendari Tebar Promo Besar-Besaran, Cashback Hingga Rp 9 Juta Untuk Furniture Kamar Tidur
- Ada Apa Wartawan Diminta Keluar dari Ruang Kegiatan KPK di Balai Kota Kendari?
- 250 Anak Serbu Kids Wild Adventure di Cafe Langit Hotel Qubah 9 Kendari
“Direpresifnya warga Wawonii menandakan tidak adanya niatan baik dari Ali Mazi untuk mencabut semua IUP tambang di Konkep,” jelas Ashudin.
Untuk itu, pihaknya mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Pusat agar segera mencabut 13 IUP di Konkep. Hal itu dikarenakan ada salah satu perusahaan tambang yang memiliki perizinan melalui Pemerintah Pusat.
“Kami mendesak pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar segera mencabut seluruh IUP yang ada di Konkep,” tegasnya.
Baca Juga :
- Gebrakan Baru Mahasiswa Jurnalistik, Siswa SMAN 10 Kendari Diperkenalkan Cara Cerdas Menyaring Konten AI Pemilu
- Lima ASN Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi di Konawe, GERAK SULTRA Pertanyakan Kesungguhan Penyidik Terhadap Kasus Makan Minum Saat Pj Bupati Harmin Ramba Rp, 9, 2 M
- Polres Konawe Tetapkan Lima ASN Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Rp883 Juta
- Dari Kabid Jadi Kadis, Hikmawaty Naik Pimpin Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra
- Tak Miliki PKKPRL dan AMDAL, Izin Tersus PT TMN Dicabut Kemenhub Tapi Masih Ngeyel Beroperasi – GERAK Sultra Desak Kejati Turun
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
Ashudin juga meminta seluruh organisasi di Sultra agar bersama melakukan aksi solidaritas untuk mendukung masyarakat Wawonii yang sedang menuntut pencabutan IUP.
“Kita harus bangun gerakan yang lebih besar lagi untuk menyelamatkan pulau Wawonii dari tambang,” cetusnya.
Untuk diketahui, STN juga ikut tergabung dalam barisan masyarakat Konkep yang melakukan aksi penolakan terkait adanya IUP Pertambangan di Pulau Kelapa itu. (A)











