oleh

Tekan Inflasi, BI Dorong Pengembangan UMKM di Sultra

KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong pengembangan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di berbagai daerah di Sultra, salah satunya di tahun ini.

Kepala KPwBI Sultra, Minot Purwahono, menjelaskan saat ini Bank Indonesia (BI) sedang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Baubau dan Kabupaten Muna untuk mengembangkan pengrajin dan pengusaha tenun.

“Kami akan kembangkan sektor UMKM di Sultra mulai dari kelasnya, tidak hanya monoton pada kreasi itu-itu saja, namun kita bisa masuk di skala nasional dengan mendatangkan desainer nasional untuk melatih bagimana meningkatkan tenun supaya tidak hanya dari segi kualitas tetapi pengusaha tenun juga akan kami tingkatkan,” kata Minot di salah satu hotel kota Kendari, Rabu (20/12).

Dia mengatakan, BI setiap tahunnya mengembangkan kerja sama UMKM pada pemda setempat dengan tujuan untuk menekan terjadinya inflasi. Adapun jumlah kerja sama bersama UMKM itu telah banyak termasuk dibidang pangan seperti bawang merah, kakao, holti kultura, padi semua ditingkatkan produktivitasnya.

“Kami mengembangkan pasar bersama pemerintah daerah seperti program di Konawe yang dijadikan sebagai daerah percontohan. BI bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan ekonomi pasar karena setiap kabupaten kota punya komunitas yang ingin dikembangkan seperti produk dari UMKM,” paparnya.

Lanjutnya, dalam proses perjalanannya yang akan didorong lebih jauh untuk mengembangkan sektor UMKM adalah agar desa dapat mandiri modal, mandiri teknologi. Kemudian yang paling penting adalah bagaimana lembaga memainkan pasar dan membangun kemitraan. Untuk selanjutnya akan dikembangkan pasar lelang biar tercipta harga lebih maksimal.

“Lembaga yang dibentuk akan menjadi jembatan bagi petani. Selain itu, lembaga ini juga akan membangun kemitraan dengan swasta,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin

Terkini