oleh

Temui Ratusan Mahasisiwa, Rektor UMK Serahkan Persoalan FT ke DPP Muhammadiyah

KENDARI – Ratusan Mahasiswa Teknik dari Univesitas Halu Oleo, Universitas Lakidende, Universitas Sulawesi Tenggara, dan Universitas 19 November, yang tergabung Fakultas Teknik se-Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan menggelar aksi solidaritas 123 di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), pada Selasa (23/01/2018).

Koordinator Lapangan, Pangga Rahmad menuntut, agar diturunkannya Dekan Fakultas Teknik (FT), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Moch Assiddieq, atas perbuatan yang telah dilakukan dugaan penyelewengan dana Studi Kerja Lapangan (SKL).

[Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Teknik Tuntut Rektor UMK untuk Pecat Dekannya]

“Tuntutan kami adalah harus di keluarkan Dekan tersebut,” ucap Pangga Rahmad.

Lanjut Pangga Rahmad, ada dua point yang menjadi alasan tuntutan yakni tindakan kekerasan (menendang) terhadap dua mahasiswa FT UMK yang telah dilakukan Dekan dalam keaadan sadar, dan diduga Dekan FT UMK telah melakukan penggelapan uang operasional perjalanan mata kuliah Studi Kerja Lapangan S1 Teknik Arsitektur dengan jumlah kurang lebih Rp 18 juta.

Pangga Rahmad menambahkan, sempat Rektor mengatakan akan memberikan peringatan tegas yaitu mengeluarkan Dekan tersebut tapi semuanya itu sanksi berbentuk lisan.

“Ketika tidak keluarkan Dekan tersebut maka ratuasan mahasiswa dan delapan Dosen pengajar tetap akan keluar di UMK,” tegasnya.

“Apabila tidak keluar dari UMK maka kami akan membawahnya kerana hukum,” tambahnya.

Setelah didesak oleh massa aksi, Rektor UMK, Muhammad Nur, akhirnya bersedia memberikan keterangan resminya. Menurutnya, persoalan tersebut kini sudah ditangani pihak Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Muhammad Nur juga berjanji akan memanggil kembali 8 Dosen non aktif tersebut.

“Persoalan ini bukan lagi ranah Rektor. Pihak Dewan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang akan menjernihkan persoalan ini. Terkait dosen yang menyatakan non aktif, kami akan memanggil kembali mereka. Kalau mereka tidak mau kembali lagi mengajar, maka kami akan segera membuka penerimaan dosen baru,” ucapnya.

Reporter: Hendrik B
Editor: Kardin

Terkini