Reporter : Mumun
Editor: La Ode Adnan Irham
WANGGUDU – Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Martaya, meminta korban banjir bersabar menunggu pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi para korban banjir bandang beberapa waktu yang lalu.
Permintaan itu disampaikan saat dirinya bersama perwakilan BNPB RI dan Kepala BPBD Konut meninjau pembangunan huntara di Desa Puusuli Kecamatan Andowia, Rabu (2/10/2019).
“Prosesnya ini cukup memakan waktu yang lama. Karena kita harus memahami dan memaklumi bahwa pembangunannya ini memakai anggaran pemerintah, tentu pengurusan administrasi sampai kepada belanja bahan, memakan waktu yang tidak sedikit, serta mobilisasinya pun cukup lumayan lama karena bahan yang didatangkan dari pusat,” katanya.
Baca Juga:
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- BREAKING NEWS: Pasar Ranomeeto Ludes Terbakar Malam Ini
- Anggota DPRD Konawe Gugun Gelar Akad Nikah di Madinah, Bersama Epri
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
- DPC JPKP Nasional Konkep Ajukan Surat RDP ke DPRD Terkait Larangan Aktivitas Nelayan Rumpon di Empat Desa
- Kapal Rakyat Mati Mesin di Perairan Lapuko, Basarnas Kendari Kerahkan Tim Rescue
Mantan Kadis Kesehatan Konut ini menuturkan, saat ini, huntara yang sudah terbangun mulai dari lantai, dinding, atap dan sekat ruangan sudah ada 2 couple, dimana setiap couple terdiri dari lima kamar huni.
“Huntara ini dilengkapi dengan ruang tidur, dapur, dan kamar mandi lengkap dengan sistem pembuangan limbahnya,” ujarnya.
Menurut Martaya, untuk Desa Puuwonua, pembangunan huntara sementara dalam proses persiapan. Terlihat saat ini, sedang dilakukan pemerataan lokasi pembangunan sambil menunggu bahan material yang lainnya.
“Sekarang sudah diratakan dan sebagian bahannya sudah tiba. Kalau sudah lengkap bahannya kita mulai kerjakan pembangunannya,” tutup. (B)











