Reporter: Taswin Tahang
Editor: La Ode Adnan Irham
KENDARI – Video pengeroyokan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, beberapa hari ini viral di sosial media. Wakil Rektor III, Herman angkat bicara.
“Kita tidak menginginkan hal itu, karena mahasiswa sementara belajar, lalu kemudian dipanggil. Saya juga tidak tau persis apakah dikeroyok atau tidak. Tapi keteranganya bahwa mereka hanya dipanggil saja untuk melapor ke Polsek Baruga,” paparnya.
Lanjut Herman yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/12/2019), video itu juga bukan pengeroyokan, karena hanya satu orang yang melakukan pemukulan.
Namun, kini kasus itu sudah ditangani Polsek Baruga. Herman sendiri akan menuju ke Polsek setelah mendapatkan perintah dari Rektor.
BACA JUGA :
- Raih Juara Dua Nasional, Maliqa Aurora Sukses Harumkan Nama Sultra di Ajang Supra Star Indonesia 2026 di Batam
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa Lintas Agama di Makassar
- Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Melalui Jalur Reguler Nasional, Tidak Ada Kuota Khusus maupun Titipan
Kata dia, prinsipnya, pimpinan beserta jajaran akan mengambil tindakan dan upaya meredam hal semacam itu. Apalagi akan mempengaruhi nama baik IAIN, khususnya saat penerimaan mahasiswa baru.
“Hari senin saya bersama wakil dekan III telah melaksanakan rapat dan menginstruksikan kepada mereka, agar mengawasi pengurus Senat Mahasiswa Dewan Eksekutif lingkup IAIN Kendari, agar kiranya direda itu mahasiswa. Jangan sampai ada yang terprovokasi,” tegasnya.











