Redaksi
KENDARI – Warga Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), kekeh menolak tambang didesanya. Warga menuding, PT Gema Kreasi Perdana (PT GKP), menyerobot lahan mereka.
Dimintai tanggapan mengenai beberapa warga di Wawonii menolak masuknya tambang, Gubernur Sultra, Ali Mazi, bilang nanti warga diberi pengertian.
“Ya nanti diberi pengertian lah. Kan itu untuk kepentingan daerahnya juga,” jelas Ali Mazi kepada wartawan, kemarin.
BACA JUGA :
Ali Mazi mengatakan, bahwa Pemprov tak bisa berbuat banyak jika perusahaab tersebut sudah memenuhi persyaratan.
- IPIP Paparkan Sederet Program CSR di Pomalaa, Dari Pengendalian Debu Hingga Tanggung 41 Persen Beban Penanganan Sungai Oko-Oko
- Dari Konflik Agraria hingga Kerusakan Lingkungan, MSF Kolaka Desak Tata Kelola Nikel yang Berkeadilan
- BREAKING NEWS: Pasar Ranomeeto Ludes Terbakar Malam Ini
- Anggota DPRD Konawe Gugun Gelar Akad Nikah di Madinah, Bersama Epri
- Yuri Kemal Lantik Bupati Ikbar Ketua DPW PBB Sultra, Tegaskan: Ruksamin Putra Terbaik Sultra Layak Masuk Kabinet Prabowo
“Bagaimana caranya, kalau perusahaan itu sudah lengkap persyaratan, siapa yang mau kena masalah. Emangnya enak kalau perusahaan lengkap, salah siapa. Itukan perusahaan lengkap, kalau perusahaan lengkap tidak bisa dicabut, tidak bisa dibatalkan,” imbuhnya.
Ali menegaskan bahwa jika perusahaan tambang memiliki kelengkapan izin, maka tak bisa dicabut. “Yang lengkap izin itu tidak bisa dicabut, digugat saya,” katanya.
Ali Mazi bilang, jika perusahaan lengkap tiba-tiba dicabut izinnya maka pihak Pemprov bisa dilaporkan.
“Ya makanya kalau perusahaab merasa dirugikan, kita bisa dilaporkan. Soal disana (Wawonii), anti mungkin akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, kan ada Polisi, nanti mereka yang menengahi,” pungkasnya.











