oleh

Warga Konawe Dikeroyok Lima Remaja Labibia

-FEATURED-16 dibaca

KENDARI – Lima remaja di Kelurahan Labibia Kecamatan Mandonga diduga melakukan penganiayaan dengan melakukan pengeroyokan kepada AS (36). Akibat pengeroyokan itu, korban yang berasal dari desa Lalonggaluku Timur Kecamatan Bondoala Kabupaten Konawe luka berat.

Pengeroyokan ini terjadi di Kelurahan Labibia atau sering disebut Lalodambu, Minggu (24/9) sekitar pukul 03.00 Wita. Korban yang mendapatkan penganiayaan ini terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan.

Korban mengalami luka di sekujur badan. Diantaranya lebam dan bengkak dikedua mata, bengkak di bibir atas, luka benjol di kepala, luka lecet di bahu kiri dan kedua kaki dan tangan kanan yang tidak bisa bergerak.

Satmar, saksi mata yang melihat kejadian pengeroyokan mengatakan bahwa korban dikeroyok oleh kurang lebih lima orang. Saat itu korban tidak bisa berbuat apa-apa karena diborongi.

“Kurang lebih ada lima orang, mereka memegang besi dan ada yang memegang senjata tajam. Korban sempat dipukul dengan besi,” kata Satmar.

Melihat kondisi ini, Satmar kemudian mencari pertolongan dengan kembali membawa temannya kemudian menolong korban yang telah terkapar di jalanan. Korban kemudian dibawa kerumahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pelaku yang melakukan pengeroyokan adalah Risal, Eleng, Kisan, Aji dan Nirwan. Diduga para pelaku pengeroyokan ini telah merencanakan aksinya.

Keluarga korban yang tidak menerima pengeroyokan ini kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Mandonga. Laporan diterima oleh Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Mandonga dengan nomor : SPTL/346/IX/2017/ SPKTB/Sek MDG/Res Kendari pada hari Minggu, 24 September.

Meski persoalan ini telah dilaporkan kepada pihak Kepolisian, nampaknya keluarga korban harus meradang. Pasalnya, para pelaku pengeroyokan masih berkeliaran dan belum diamankan oleh Kepolisian.

“Kami sudah melaporkan persoalan ini ke Polsek Mandonga pada hari Minggu. Hari ini (Selasa) para saksi yang melihat kejadian ini diperiksa. Sementara pelaku pengeroyokan belum ditangkap,” kata orang tua korban, Husen Arini.

Penyidik pembantu Polsek Mandonga, Bripda Aswar yang dikonfirmasi mengatakan bahwa pemeriksaan baru bisa dilakukan dikarenakan banyaknya kasus yang sementara ditangani.

“Kita periksa dulu saksi-saksi dan keterangan Korban setelah itu kita lakukan gelar perkara. Setelah itu kita cari tersangkanya. Itulah prosedur yang kita tempuh,” katanya.

Laporan : Redaksi

Terkini