Presidium Alumni 212 Kecewa dengan Hasil Ijtima Ulama

0
3812
Ketum Presidium Alumni 212 Aminuddin (Kedua dari kiri)
Spread the love
  • 2
    Shares

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Presidium Alumni (PA) 212 turut berkomentar terhadap Cawapres hasil Ijtima ulama, menurutnya ulama harus tau berpolitik yang penting hal tersebut masih dalam koridor yang seharusnya.

“Apalagi seorang ulama harus tau berpolitik memberikan pencerahan kepada umatnya secara santun. Tidak untuk menyuruh berkelahi. Yang bahaya adalah mempolitisasi agama,” ujar Ketum Presidium Alumni 212 Aminuddin di ruang diskusi D Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (8/8/2018).

Aminuddin ke awak media mengaku kecewa sebab rekomendasi yang dihasikan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PA 212 di Jakarta Timur pada bulan Mei lalu tidak ditindaklanjuti.

“Disana (Rakornas-red) baik capres maupun cawapresnya banyak, tapi Ijtima tidak mengakomodir hasil Rakornas kemarin.  Kenapa keputusannya berbeda, padahal yang hadir orangnya itu-itu saja. Kenapa hasil Ijtima ulama tidak memperkuat hasil Rakornas,” bebernya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Aminuddin juga memuji Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra, yang menurutnya merupakan tokoh hebat. Lanjutnya, saat berpidato di Peninsula, Yusril mengalahkan argumen maupun retorika semua yang hadir saat itu. Nama Yusril juga turut direkomendasikan dalam Rakornas PA 212 sebagai Capres.

“Tapi dalam Ijtima, namanya tidak ada. Ini Ijtima titipan siapa sebenarnya?,” ucapnya.

Aminuddin pun menyatakan, hasil rekomendasi Ijtima ulama tidak harus diikuti sebab partai politik memiliki mekanisme tersendiri.

“Tidak, karena partai punya rekomendasi,” pungkasnya.(a)


Reorter: Suriadin
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here