oleh

AMKH Konawe Segel Kantor Kelurahan Hopa-Hopa

-KONAWE, SULTRA-190 dibaca

Reporter : Indras

Editor : Kang Upi

KONAWE – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kelurahan Hopa-Hopa (AMKH) melakukan aksi penyegelan Kantor Kelurahan Hopa-Hopa, Kecamatan Wawatobi, Kabupaten Konawe, Jumat (3/5/2019) pagi.

Penyegelan dilakukan, karena adanya dugaan pungli yang dilakukan oknum lurah, dalam program bedah rumah, dengan meminta warga penerima bantuan program tersebut untuk membayar sebesar Rp 120 ribu.

Selain itu, AMKH juga menuntut transparansi anggaran karang taruna Kelurahan Hopa-Hopa yang hingga saat ini belum direalisasikan. Atas banyaknya permasalahan terkait tata kelola pemerintahan di Kelurahan Hopa-Hopa, AMKH meminta lurah untuk mundur dari jabatannya.

Koordinator AMKH Nikson Alexsander menjelaskan, dalam program bedah rumah tahun 2017 lalu, masyarakat calon penerima program tersebut telah di daftar oleh oknum lurah dan diminta membayar Rp 120 ribu.

Menurutnya, setelah membayar, warga saat itu dijanjikan bahwa sebelum akhir tahun 2018, program bedah rumah sudah akan direalisasikan di wilayah tersebut. Namun sayangnya, meski sudah dua tahun berlalu, program bedah rumah tidak kunjung dilaksanakan.

“Masyarakat menuntut kalau memang bedah rumah tidak akan terlialisasikan, maka uang Rp 120 ribu dikembalikan. Lurah Hopa-Hopa harus mundur dari jabatan,” tegas Nikson, Jumat (03/05/2019) di Kantor Lurah Hopa-Hopa.

Nikson juga menjelaskan, harusnya untuk menciptakan ketertiban dan kondusifitas di wilayah Kelurahan Hopa-Hopa perlu adanya hubungan yang sinergi dan transparansi antara pemerintah dan masyarakat.

“Ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat terkait bedah rumah yang sejak tahun 2017 sampai saat ini belum direalisasikan. Bahkan pemerintah memungut dana Rp 120 ribu kepada masyarakat,” pungkasnya. (B)


Terkini