Anggota DPD RI Wa Ode Rabia Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di SMPN 02 Raha

Reporter: Rahmat R
Editor: Kardin

KENDARI – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Sulawesi Tenggara (Sultra), Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Kabupaten Muna. Kegiatan itu diikuti oleh 150 pelajar yang berlangsung di Gedung Serba Guna SMP Negeri 02 Raha.

Rabia, sapaan akrab perempuan yang duduk di kursi Pimpinan BKSP DPD RI ini, di hadapan para pelajar menyampaikan tentang ideologi Pancasila, UUD RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

“Seluruh komponen bangsa, termasuk generasi muda wajib mengetahui empat pilar ini,” ucap Rabia melalui keterangan tertulisnya yang diterima awak MEDIAKENDARI.com, Selasa 11 Februari 2020.

Lebih jauh Rabia menjelaskan, kegiatan itu dilakukan dengan tujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila kepada generasi muda dengan semangat gotong royong dan persatuan.

“Saya ingin membangkitkan semangat Nasionalisme mereka. Khususnya untuk generasi muda, yang mana kelak akan memimpin bangsa ini, sebagai penerus bangsa,” ucap Srikandi muda Sultra ini.

Menurut Rabia, generasi muda saat ini perlu diberikan pemahaman tentang bela negara dan wawasan kebangsaan. Kemudian, adanya peningkatan esensi dan implementasi wawasan kebangsaan bagi masyarakat. Terutama bagi generasi milenial, ke empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini harus terus disosialisasikan dalam kehidupan berbangsa dan negara.

“Perlunya peningkatan pemahaman kembali esensi wawasan kebangsaan terutama implementasi dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Pancasila dan UUD Tahun 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus tertanam dalam kehidupan generasi anak-anak muda kita,” ujar Rabia.

Kemudian Rabia, berpesan tentang pentingnya generasi muda membentengi diri dari pengaruh buruk.

“Saat ini radikalisme dan terorisme menjadi ancaman bangsa. Jika tidak dibentengi, generasi muda akan mudah terpapar paham radikalisme dan terorisme,” Ucap Rabia.

iklan KAPOLDA MASKER

Menurut perempuan yang merupakan anggota Komite II DPD RI ini, empat pilar kebangsaan bisa menjadi dasar dalam menjaga toleransi. Keberagaman merupakan hal yang wajar. Sehingga patut disyukuri sebagai karunia besar bagi bangsa ini.

Rabia mengakui, banyak pihak yang ingin memecah belah NKRI. Pihak yang tidak suka dengan keutuhan bangsa, berusaha memecah belah dengan membawa isu SARA.

“Upaya memecah belah tidak hanya antar umat beragama. Tapi juga umat satu agama dengan membawa isu perbedaan madzab atau paham,” ucapnya.

Karena itu, lanjut dia, agar tidak terjebak dalam jurang perpecahan akibat isu SARA, setiap komponen bangsa perlu dikuatkan pemahamannya pada empat pilar kebangsaan.

“Generasi muda harus memahami bahwa negara ini dibangun dengan keberagaman. Karena itu yang dikedepankan adalah kepentingan bangsa, bukan kepentingan golongan tertentu,” paparnya.

Rabia mengatakan, meski bangsa Indonesia beragam atau berbeda-beda namun bersatu dalam Indonesia.

“Bhinneka Tunggal Ika jangan hanya diucapkan tetapi dipahami maksudnya serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

Mengakhiri sosialisasi, Rabia berpesan agar pelajar menyaring informasi yang berkembang, yang dapat memecah belah, jadilah generasi mileneal yang berguna bagi bangsa dan negara, dan gunakan medsos dengan baik dan bijak.

Pada kesempatan itu, Rabia juga megucapkan terima kasih kepada Pihak SMP N 2 Raha yang sudah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Kemudian Rabia juga memberikan reward kepada 10 (Sepuluh) orang peserta sosialisasi yang bertanya dan mampu menjawab pertanyaan.

Untuk diketahui bahwa dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini turut hadir salah satu Narasumber dari kalangan akademisi yaitu Bapak Dr. H. Eka Paksi, M.Si.

iklan KAPOLDA HARI KESEHATAN DAN BIDAN

Video

BERITA TERKINI

METRO KENDARI

BERITA TERKINI

KOLAKA RAYA

BERITA TERKINI

SOSOK

KONAWE RAYA

TAJUK

Satu dari 16 Perempuan Alami Seks Pertama Kali Karena Diperkosa

INTERNASIONAL - Bagi lebih dari 3,3 juta anak perempuan dan perempuan di Amerika, hubungan seks untuk pertama

BERITA TERKINI

BUTON RAYA

PERISITIWA

BERITA TERKINI