Redaksi
UNAAHA – Kebiasaan memancing ikan lele pada malam hari di sungai Lahumbuti, justru menjadi malapetaka bagi Melkias (54) dan putranya Rein (17) warga Kelurahan Unaaha, Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) , pada Minggu (17/3/2019) sekitar 19.30 Wita. Saat itu, Melkias tiba-tiba diterkam buaya, hingga tenggelam ke dalam sungai.
Baca Juga :
- PT LAW Jadi Contoh Buruk Pemberdayaan, Cegah Konflik Antar Pengusaha Lokal
- SATGAS LAT Minta KAPOLRI Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Nikel Nakal di Sultra
- PIRA Sultra Kehilangan Sosok Ibu: Fenni Anggarainy Natakusuma – Saya Bersaksi Dessy Indah Rachmat Orang Baik
- Dekan FEB Unusia Pimpin Kolaborasi Internasional Terbitkan Riset Akuntansi Ekologi Syariah di Jurnal Q1 JURIS
- Hj Rujuwati Harun Nyatakan Siap Maju Sebagai Ketua KKSS Kota Kendari 2026-2030
- KNPI Sultra Desak Kejagung dan Satgas PKH Transparan Soal Denda Administratif Perusahaan Nikel PT TMS di Kabaena Bombana
Informasi yang berhasil dirampung, awalnya korban yang saat ini tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama anaknya sedang mancing malam di sungai Lahambuti, saat itu pancing korban dimakan ikan Lele, kemudian korban menarik pancingnya, karena ikan yang makan umpannya cukup besar, korban lalu bergeser ke tepi sungai untuk menarik tali pancingnya.
Namun pada saat korban menarik tali pancingnya yang tidak jauh dari air sungai, tiba-tiba tangan korban digigit dan ditarik buaya sehingga korban turun ke dalam sungai, saat itu korban berusaha melepaskan diri dari tarikan buaya, namun buaya tersebut tetap menarik korban hingga ke dalam sungai.

“Saya liat, dia (korban,red) ditarik buaya ditarik ke dalam sungai, bahkan senter yang dipasang di kepalanya masih dalam kondisi menyalah,” cerita Rein, Minggu (17/3/2019).
Dalam keadaan menangis, anak korban langsung meninggalkan tempat pemancingan untuk mencari pertolongan kepada masyarakat. Setelah informasi ini menyebar, sekitar pukul 20.30 wita personel Polres Konawe, Polsek Unaaha dan BPBD Konawe bersama warga menuju tempat kejadian musibah (TKM) untuk melakukan pencarian, namun hingga pukul 24.00 wita korban belum juga ditemukan.
Baca Juga :
- Ampuh Sultra Harapkan Pemilik IUP Tak Salah Gunakan Kepmen ESDM 365 untuk Monopoli Jasa Pertambangan
- BULOG Cetak Rekor Sejarah, Pengadaan Beras Tembus 4 Juta Ton
- Gagas Sampara Raya Cup I, Doktor Suryadi : Wadah Silaturahmi 8 Kecamatan dan Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Konawe
- Kapal Rakyat Mati Mesin di Perairan Lapuko, Basarnas Kendari Kerahkan Tim Rescue
- GERAK-SULTRA Soroti Dugaan Keracunan Siswa SMA Tonggauna, Desak BGN dan Polisi Periksa Pengelolaan MBG
- Konawe Raih Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Se-Sultra, Pemkab : Bukti Tata Kelola Anggaran Yang Akuntabel
Basarnas Kendari yang juga mendapat informasi, langsung memberangkatkan Tim rescue sekitar pukul 23.05 wita dengan menggunakan satu unit rescue truck, satu unit rubber boat bersama peralatan pendukung lengkap lainnya untuk memberikan bantuan SAR terhadap korban.
“Kami memperoleh informasi dari Pak Dedet BPBD Konawe, yang menjelaskan bahwa pada pukul 20.00 wita telah terjadi musibah satu orang tenggelam di sungai Lahambuti, atas info itu tim langsung diberangkatkan untuk ikut melakukan pencarian terhadap korban,” terangnya.











