oleh

Belakang SPBU Wamponiki Jadi Habitat Buaya, Masyarakat Diimbau Terus Berhati-hati

-NEWS-275 dibaca

MUNA, MEDIAKENDARI.COM – Kantor Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Wamponiki yang terletak di Jalan Bypass, Kelurahan Wamponiki, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna menjadi tempat habit buaya. Tepatnya di belakang SPBU tersebut.

Di lokasi tersebut beberapa kali masyarakat yang merupakan warga sekitar kerap melihat buaya menampakan diri bahkan hingga naik ke permukiman warga.

Berdasarkan pantauan mediakendari.com di beberapa media online, penampakan buaya itu terjadi sudah sebanyak tiga kali di bulan yang berbeda-beda.

Baca Juga : Pj Bupati Buton “Rayu” Ibu Kadis se Kabupaten Buton

Yang pertama pada bulan Juni 2022 buaya itu muncul di permukaan rawa dekat rumah warga hingga menghebohkan masyarakat.

Kemudian pada di bulan Juli 2022 menjelaskan di belakang SPBU Wamponiki terdapat dua buaya yang menampakkan diri di permukaan rawa-rawa. Dan terakhir pada Jumat malam 26 Agustus 2022 kemarin terlihat buaya naik ke darat di tengah Jalan Raya Bypass Raha.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Muna-Buton Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA) Sultra, Prihanto mengatakan, dari beberapa penampakan buaya di rawa belakang SPBU Wamponiki itu bukti bahwa lokasi tersebut merupakan habitat dari hewan buas tersebut. “Daerah itu merupakan habitat buaya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp pada Sabtu malam, 27 Agustus 2022.

Baca Juga : Kejuaraan Sepakbola Kecamatan Tiworo Utara Dijuarai Desa Tondasi

Lebih lanjut, ia katakan untuk sementara BKSDA Sultra sedang mempersiapkan segala sesuatunya dalam melakukan evakuasi terhadap buaya-buaya tersebut seperti menyiapkan tim BKSDA Sultra serta sarana dan prasarana untuk keamanan diri, sebab buaya merupakan hewan buas yang dapat membahayakan diri.

“Kita upayakan untuk evakuasi dengan terlebih dahulu mempersiapkan segala sesuatunya. Mempersiapkan tim yang terlibat, sarana prasarana yang akan digunakan dan lain-lain. Jangan sampai kita malah yang jadi korban,” terang Peihanto

Selanjutnya, Prihanto menghimbau kepada seluruh masyarakat sekitar lokasi tersebut untuk tetap berhati-hati dan dan mengurangi aktivitas di area habitat buaya tersebut, sebab dapat membahayakan diri terlebih kepada anak-anak.

Reporter : Muhammad Ismail