oleh

Cek Makanan Khas Bugis di Papi’s Mami’s Coffee and Palekko

-NEWS-345 dibaca

Reporter: Dila Aidzin

KENDARI – Papi’s Mami’s Coffee and Palekko hadir dengan memperkenalkan makanan khas  bugis bagi masyarakat di luar daerah bugis khususnya Kota Kendari. Menu yang disajikan ada beberapa makanan utama yang berbahan dasar daging itik dan daging ayam kampung.

Manager Operasional Papi’s Mami’s Coffee and Palekko, Adamda Ruslan mengatakan yang paling banyak diintai adalah makanan Palekko karena ada dua macam alternatif yakni daging itik dan ayam kampung sebagai opsional.

“Daging itik sendiri memang basiclynya untuk palekko sendiri dan ada juga yang olahan itik gorengnya. Ayam kampung ini kita olah menjadi Palekko dan ada juga ayam goreng kampung dengan bumbu khasnya kita,” ucap Adamba Ruslan saat menghadiri acara Bincang Kita di Mek.Tv Selasa, 07 September 2021.

Baca Juga: Dikbud Baubau Bakal Sanksi Sekolah yang Langgar Aturan PTM.

Papi’s Mami’s juga memiliki konsep sendiri dalam pemasarannya yakni memperkenalkan makanan khas bugis mulai dari makanan pokok, hingga snacknya.

“Dari bebek palekko sendiri kita memiliki rempah yang memenag berbeda dari olahan itik pada umumnya. Artinya mungkin dengan basicly yang namanya palekko itu mungkin basic rempahnya hampir sama tetapi dalam hal ini kita memiliki standar yang lebih berbeda. Jadi dari rempahnya yang paling dominan itu adalah asamnya,” ungkap Adamda.

Papi’s Mami’s Coffee and Palekko sendiri juga menyediakan dua pilihan paket dengan harga berbeda. Paket tersebut yakni untuk tiga orang dengan tiga nasi dan tiga sup serta ada juga yang menyediakan lauk saja.

“Jadi untuk harga sepaket tiga nasi dan tiga sup itu harganya Rp155.000 untuk paket tiga orang. Tetapi untuk yang lauknya saja itu Rp125.000 untuk satu ekor,” beber Adamda.

Adamda mengatakan Papi’s Mami’s Coffee and Palekko  buka operasional hari senin sampai jumat dari pukul 08.00 sampai pukul 22.00 WITA, sedangkan di hari sabtu buka pukul 09.00 hingga 23.00 WITA, dan di hari Minggu buka dari jam 09.00 hingga 22.00 WITA.

Strategi pemasaran dilakukan dengan melakukan survei untuk melihat seberapa besar minat masyarakat terhadap makanan khas bugis. Selain itu strategi yang dilakukan adalah dengan memberikan branding.

“Yang menjadi tantangan dalam strategi pemasaran adalah saat pertama kali memperkenalkan jenis makanan Palekko sehingga masyarakat harus benar-benar diedukasi langsung agar kenal langsung dengan jenis makanan ini. Strategi pemasaran selama pandemi juga sangat menantang terutama di awal-awal PPKM kemarin dari sejauh omset pasti sangat menurun,” katanya.

Adamda juga mengatakan bahwa semenjak Papi’s Mami’s Coffee and Palekko dibuka pada tanggal 23 Mei 2021 diambut baik oleh masyarakat Kota kendari. Dia mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias berdatangan ingin menikmati sajian tradisional makanan khas bugis ini.

“Alhamdulillah tanggapan dari masyarakat selama kita buka sangat sangat positif. Kritikan juga ada dari masyarakat dan itu harus kita terima untuk kemajuan kita, untuk evaluasi kita. Yang lebih sering adalah konsisten di jam operasional pada saat PPKM, tapi tetap kita mengedukasi pada masyarakat bahwa ini bukan kemauan dari kita tetapi kemauan dari pemerintah. Tapi untuk kritikan intenalnya kita pelayanannya di tingkatkan lagi. Harus kita ttransparan juga ke masyarakat bahwa pelayanan juga sangat penting di dalam bidang jasa,” katanya.

Baca Juga: BPS Catat Angka Kemiskinan di Muna Tahun 2020 Menurun.

“Jadi saya sangat berterimakasih pada massyarakat Kota Kendari, artinya kalian sangat antusias dengan kehadiran konsep seperti ini yang memang di Kendari sendiri setelah kita survei konsep seperti ini sangat jarang, terutaa kita juga sangat berterimakasih pada beberapa media juga yaang sudah membantu ekspos Papi’s Mami’s Coffee dan Palekko” tambahnya.

Papi’s Mami’s Coffee dan Palekko juga menerima pemesanan online dengan menghubungi nomor WhatsApp 0822-3574-7357 ataupun Instagram Papi’s Mami’s Coffee and Palekko. (b).

Terkini