Contoh Pemkab Sumedang, Pemkot Kendari Bakal Terapkan SPBE

NEWS145 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Manfaatkan teknologi dan informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bakal hadirkan bank data melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

SPBE ini juga biasa disebut dengan e-government digunakan untuk memberikan layanan kepada instansi pemerintah, aparatur sipil negara, pelaku bisnis, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Penjabat Walikota Kendari Asmawa Tosepu mengatakan rencana penerapan SPBE ini sebagai inovasi pembangunan aparatur negara, dengan melakukan replikasi dari Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Baca Juga : Kajati Sultra Apresiasi Pembangunan Griya Adhyaksa Kejari Muna

“Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, pemerintahan ini harusnya dilaksanakan menggunakan teknologi informasi atau berbasis digital. Nah pemerintah kabupaten di jawa barat ada yang sudah menerapkan dan sudah diakui Kementerian PAN RB,” jelasnya.

Menurutnya SPBE ini juga merupakan salah satu upaya pemangkasan biaya dan waktu, serta meminimalisir terjadinya praktik korupsi dalam pelayanan yang dilakukan.

“Ada istilah sesuatu itu diamati, ditiru dan dimodifikasi, maka Pemerintah Kota Kendari berencana melakukan replikasi yang basisnya untuk pelayanan masyarakat sehingga bisa dihasilkan bank data di Kota Kendari,” katanya.

Selain itu, Asmawa mengatakan, penerapan SPBE ini ditujukan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien dan efektif serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Tentu butuh dukungan semua pihak terutama dari pihak kelurahan dan kecamatan, sebab basis data tersebut ada di tingkat kelurahan,” ungkapnya.

Baca Juga : Kepala SMKN 1 Kendari Perkuat Pemahaman Siswa Soal Teknologi dan Bisnis Management

Saat ini pihaknya sementara berdiskusi bersama Pemerintah Kabupaten Sumedang, pemilik aplikasi tersebut, untuk mengembangkannya dan disesuaikan dengan kepentingan Kota Kendari.

Menurutnya, bang data ini penting dan sudah bisa menjangkau semua layanan masyarakat baik itu data kependudukan, data Bansos, stunting dan lain sebagainya.

“Insya Allah kita bisa mendapatkan data yang kita inginkan dari 1 aplikasi saja. Penerapannya ini tentu butuh waktu, artinya MOU dulu, setelah itu kita lakukan Bimtek bagi aparat Pengolah Data atau operator di tingkat kota, tapi dalam tahun ini Insya Allah sudah kita manfaatkan,” tutupnya.

Reporter: Dila Aidzin

Facebook : Mediakendari