Reporter: Erlin
Editor : Wiwid
ANDOOLO – Pemerintah Desa (Pemdes) Lalonggombu, Kecamatan Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk bantuan rehap atap sekitar 32 Kepala Keluarga (KK).
Pj Kepala Desa (Kades) Lolonggombu, Yusuf silondae, menjelaskan, program bantuan rehap atap kepada 32 KK yang masuk dalam Dana Desa tahap dua ini, diprioritaskan kepada KK yang belum menggunakan atap seng.
“Jadi tahun ini di desa Lolonggombu sudah tidak ada lagi KK yang memakai atap rumbia,” jelasnya pada, mediakendari.com, sabtu (22/9/2019).
Yusuf melanjutkan, program rehap atap ini dialokasikan sesuai dengan kesepakatan dalam program pembangunan Desa Lalonggombu.
“Untuk DD tahap pertama tahun 2019 ini sudah direalisasikan dan dimanfaatkan untuk pembangunan insfrastruktur pembangunan jalan dan deker,” terangnya.
Baca Juga:
- Kanim Kendari Gelar Rakor TIMPORA di Konsel, Perkuat Pengawasan Orang Asing
- IPPMA Konsel Soroti Dugaan Pungutan di Lingkup PAUD, Desak Audit Transparan
- Informa Kendari Hadirkan Promo Imlek dan Ramadhan, Cashback Hingga Rp1,8 Juta
- Operasi Keselamatan 2026, Satgas Gakkum Dirlantas Polda Sultra Berikan Teguran Humanis di Kendari
- Klarifikasi Kepala SPPG Wonggeduku Terkait MBG Basi
- Dituding Ingkar Komitmen, PB-HIPTI Kecam Keras PT SCM Routa dan Desak Pemerintah Segera Bertindak
Mantan Kades Andoolo ini menambahkan, semua yang menjadi program, anggaran Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa dilaksanakan dengan teransparan terbuka, dari hasil musyawarah mufakat yang libatkan seluruh element masyarakat Desa Lalonggombu.
“Apa yang menjadi kebutuhan warga, maupun usulan warga dalam program pembangunan. Kami selalu rundingkan bersama aparat, lembaga Desa, tokoh agama, tokoh adat dan warga untuk menentukan program pembangunan yang sifatnya skala prioritas,” paparnya.
Selain itu, kata Yusuf, Demi mewujudkan tagline Konsel “Desa Maju Konsel Hebat” ia berharap dengan program rehap atap seng, warganya bisa merasa terbantu.
“Semoga dengan program tersebut,Desa lalonggombu bisa lebih maju lagi, dari kategori Desa tertinggal,” harapnya.(C)











