KENDARIMETRO KOTA

Dishub Sultra Siapkan Strategi Khusus Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026

66
×

Dishub Sultra Siapkan Strategi Khusus Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Dishub Sultra, Dr. Muh. Rajulan, menegaskan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026, Senin (23/2/2026).

KENDARI, MEDIAKENDARI.com – Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara (Dishub Sultra) menyatakan kesiapan dalam mengantisipasi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, baik pada jalur darat maupun laut. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Kepala Dishub Sultra, Dr. Muh. Rajulan, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama Polda Sultra, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), serta Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi potensi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026,” ujar Dr. Rajulan, Senin (23/2/2026).

Sebagai langkah awal, Dishub Sultra akan mulai melakukan pengawasan intensif sejak H-7 Lebaran dengan mendirikan pos pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami konsentrasi penumpang tinggi, seperti terminal dan pelabuhan.

Titik pengawasan darat difokuskan di Terminal Baruga Kendari. Sementara untuk jalur laut, pengawasan dilakukan di sejumlah pelabuhan strategis, antara lain Pelabuhan Amolengo, Labuan, Baubau, Waara, Torobulu–Tampo, Wawonii, Wanci, Kamaru, Mawasangka, Tondasi, Kabaena, hingga Dongkala. Fasilitas pendukung di lokasi tersebut juga dipersiapkan guna menunjang kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Selain itu, Dishub Sultra telah memetakan sejumlah jalur rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, di antaranya ruas Kendari–Kolaka, Kendari–Torobulu, serta akses menuju Amolengo dan Labuan Baubau.

“Beberapa jalur memiliki titik rawan, terutama pada tikungan tajam dan kondisi jalan yang belum optimal. Kami akan memasang rambu peringatan tambahan serta berkoordinasi dengan BPTD untuk meminimalisasi risiko kecelakaan,” jelasnya.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian, mengingat intensitas hujan di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara masih cukup tinggi. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan dan tidak memacu kendaraan secara berlebihan.

Dishub Sultra juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi kesehatan pengemudi serta kelayakan kendaraan sebelum berangkat. Pengemudi diminta menghindari konsumsi obat-obatan yang menyebabkan kantuk maupun penyalahgunaan narkotika demi keselamatan bersama.

Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Penulis: Nurfadila

You cannot copy content of this page