Redaksi
KENDARI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabupaten Konawe, mengaku sudah beberapa kali mengirim rekomendasi kepada PT VDNI, agar membuat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta IPAL.
Namun, menurut DLH Konawe, rekomendasi itu tak pernah diindahkan oleh pihak perusahaan. Bahkan, rekomendasi agar PT VDNI membuat TPS sementara Limbah B3 sudah dikirimkan sejak 2017.
Menanggapi pernyataan DLH Konawe, Kepala Teknik Tambang (KTT), PT VDNI, Agus Wahyudi menyebut, pernyataan itu aneh.
“Kemarin dari mereka sudah tinjau ke lapangan. Kok bisa ngomong begitu, aneh,” kata Agus saat dihubungi mediakendari.com, Jumat malam (16/8/2019).
Menurut Agus, pihaknya saat ini sementara menyiapkan untuk membuat TPS sementara Limbah B3. Kata Agus, pihak DLH tak bisa langsung mengatakan salah. “Lahannya kan ada, sudah dipatok segala macam, semuanya kan proses, gak bisa langsung (dinyatakan) salah,” ujarnya.
Agus bilang, limbah B3 sisa produksi selama ini ditampung oleh PT VDNI. “Ya ditampung, ya ditaruh, tapikan belum permanen. Selanjutnya ya akan dibangun (TPS Limbah B3),” ujarnya.
>>>Ditegur Sejak 2017, Penyidik DLH Bakal Pidanakan PT VDNI<<<
BACA JUGA :
- Kapal Rakyat Mati Mesin di Perairan Lapuko, Basarnas Kendari Kerahkan Tim Rescue
- GERAK-SULTRA Soroti Dugaan Keracunan Siswa SMA Tonggauna, Desak BGN dan Polisi Periksa Pengelolaan MBG
- Konawe Raih Terbaik I Pengelolaan DAK Fisik Se-Sultra, Pemkab : Bukti Tata Kelola Anggaran Yang Akuntabel
- Polemik 5 Bokeo Mekongga Mencuat, LAT: Rusak Tatanan Budaya Suku Tolaki
- IMIK Jakarta Desak Evaluasi dan Penghentian Sementara Aktivitas PT EMS Usai Truk Tangki Hantam Rumah Warga
- MEK TV Berikan Sertifikat Penghargaan kepada Dua Jaksa Kejari Konawe
Menurut Agus butuh waktu, dan secara bertahap untuk membangun TPS Limbah B3. “Kemarin kan gini, jadi kita urug dulu, terus di pondasi, kemudian dibuatkan saluranya, jadi step by stepnya ada,” pungkasnya.











