oleh

DPRD Kendari Bakal Panggil Pelindo dan KSOP

-NEWS-237 dibaca

KENDARI – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, LM Rajab Jinik bakal melayangkan surat panggilan kepada Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

Pemanggilan itu karena adanya aktivitas bongkar muat tambang pasir yang dilakukan di Pelabuhan Kapal Malam. Hal tersebut disampaikan Rajab kepada wartawan MEDIAKENDARI.COM saat ditemui diruang kerjanya, Senin 8 Agustus 2022.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya merasa geram atas pemuatan hasil galian C yang akan dibawah kepada korporasi-korporasi besar di luar Sultra khususnya Kota Kendari.

Baca Juga : Kemenkuham Sultra Gelar Mobile Intellectual Property Clinic

Selain itu juga, kata dia, aktivitas bongkar muat yang dilakukan di pelabuhan sangat menyalahi aturan dengan fungsi pelabuhan itu sendiri yang dimana Pelabuhan Kapal Malam diperuntukkan untuk kapal-kapal kecil.

“Jadi kita (DPRD Kota Kendari) geram itu karena merasa dirugikan, yang pertama adalah daerah dan kedua masyarakat sekitar karena bukan pada peruntukannya. Kita akan mengundang Pelindo dan KSOP. Kita juga akan pertanyakan itu, izin apa kapal tongkang itu sehingga bisa berlabu disitu yang bukan pada peruntukannya,” terangnya.

Baca Juga : Komisi III DPRD Kota Kendari Pastikan Kebutuhan Kesehatan Masyarakat akan Terpenuhi

Informasi sebelumnya, Pelaksana Bongkar Muat Tambang Pasir, Ali mengatakan bahwa pihaknya sudah menyewa Pelabuhan untuk melakukan kegiatan bongkar muat.

“Pelabuhan itu umum yang punya siapa saja boleh sewa selama biaya sewanya sesuai atau sepakat,” tulis Ali dalam pesan WhatsAppnya kepada wartawan MEDIAKENDARI.COM, Sabtu 6 Agustus 2022.

Pengendara yang melintas di Jalan Tinumbu, Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari merasa tidak nyaman dengan ceceran debu yang ditimbulkan akibat aktivitas lalu-lalang truk tambang pasir di Pelabuhan Kapal Malam.

 

Reporter : Hendrik Komantobuano