oleh

Komisi III DPRD Kota Kendari Pastikan Kebutuhan Kesehatan Masyarakat akan Terpenuhi

-NEWS-78 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Poasia pada Senin, (08/08/22).

Kunjungan kerja ini dilakukan berdasarkan agenda kerja Komisi III DPRD Kota Kendari bulan Agustus 2022 terkait dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Poasia.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Rajab Jinik mengatakan, hasil diskusi dengan pihak puskesmas, banyak hal yang menjadi perhatian.

Baca Juga : Kemenkuham Sultra Gelar Mobile Intellectual Property Clinic

Kata dia, DPRD dalam tugasnya sebagai legislatif melakukan pengawasan terhadap kinerja eksekutif dalam hal ini dinas kesehatan yang mewadahi Puskesmas Poasia.

“Tadi ada beberapa hal, terkait dengan sarana dan prasarananya memang seperti di ruang tunggu umum itu plafonnya sudah mau jatuh. Inikan bertolak belakang dengan visi – misi pemerintah kota yang selalu menggaungkan pembangunan rumah sakit ke dana PEN itu makanya kita minta secepatnya harus direhap,” ujarnya saat diwawancarai

Lebih lanjut, dirinya menuturkan Puskesmas Poasia merupakan yang terbesar di Kota Kendari beserta PAD yang terbesar di Kota Kendari tetapi kebutuhannya tidak balance dengan perhatian dari Dinas Kesehatan Kendari.

“Termasuk juga kekurangan obat. Kemudian terkait dengan persoalan dana masyarakat miskin. Makanya kita lihat di Poasia testimoninya bahwa kenapa pemerintah kota menghilangkan dana itu kemarin,”ungkap politisi Partai Golkar ini.

Baca Juga : Gubernur Sultra Apresiasi Mobile Intellectual Property Clinic

Menurutnya, dana tersebut sangat dibutuhkan oleh Puskesmas Poasia. Dia menambahkan ini akan menjadi perhatian serius DPRD saat pembahasan APBD kedepannya dan memastikan bahwa dana tersebut harus masuk.

“Karena itu menjadi beban rumah sakit dan juga resiko dari masyarakat miskin yang tidak mampu untuk mendapatkan hak kesehatannya itu tidak mau datang ke rumah sakit. Berarti kita secara otomatis sebagai pemerintah tidak melindungi hak kesehatan mereka,” jelas Rajab.

Rajab juga menambahkan, pihaknya sedang melakukan supervisi untuk memanggil semua pihak terkait dalam tahap persiapan pembahasan anggaran APBD-P dan APBD induk 2023.

“Karena dalam proses perencanaannya kita harus tau juga kebutuhan rumah sakit ini. Kita harus tau betul puskesmas kebutuhannya apa jangan sampai kita hanya mendengarkan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari sendiri.

Baca Juga : IKA Unhas Muna dan Muna Barat Gelar Musda

“Kita sudah dengarkan banyak hal yang nantinya akan menjadi rapat kita dengan Dinkes Kendari untuk bagaimana kita paksakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terkait dengan pelayanan rumah sakit khususnya Puskesmas Poasia dan itu harus kita pastikan betul dan harus terpenuhi,” tutupnya.

Sementara itu Kepala UPTD Puskesmas Poasia, Andi Nurmawanti mengungkapkan bangunan Puskesmas Poasia ini dimusim hujan mengalami kebocoran sehingga berdampak juga kepada proses pelayanan masyarakat.

“Ini berlangsung di musim hujan ini dan sudah ada yang kita benahi beberapa namun belum keseluruhan,” singkatnya.

Reporter: Dila Aidzin

Facebook : Mediakendari