Reporter : Mumun
Editor : Kang Upik
WANGGUDU – Pemerintah Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dibawah kendali Bupati Ruksamin dan Wakil Bupati Raup gencar melakukan lobi ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan infrastruktur.
Hasilnya, jika tak ada arang melintang dua pembangkit listrik bakal dibangun di Bumi Oheo.
Bupati Konut Ruksamin mengatakan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Executive Vice President PLN Untuk Pengembangan Regional Sulawesi Suwarno, General Manajer UIW Bambang Yusif dan GM UIP Sulbagsel Putu Raisa.
BACA JUGA :
- JR vs ASR, Dua Gubernur di Sultra Berhadapan
- Polda Sultra Raih Juara 1 Kluster 2 Serapan Bulog pada Awarding Day Apresiasi Kreasi Polri
- Gagas Sampara Raya Cup I, Doktor Suryadi : Wadah Silaturahmi 8 Kecamatan dan Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Konawe
- SATGAS LAT Minta KAPOLRI Tindak Tegas Dugaan Pertambangan Nikel Nakal di Sultra
- Opini : Ketika Tambang Memanas, Saatnya Polisi Hadir Bersama Masyarakat
- 50 TAMBANG NIKEL KENA POTENSI DENDA Rp80,19 TRILIUN, CERI: Berapa Yang Masuk KAS Negara? BAGAIMANA DENGAN PERUSAHAAN YANG DIKAITKAN ISTRI GUBERNUR SULTRA ASR?
“Kami pertemuan silaturahim di Kantor Pusat PLN Jakarta membahas tentang rencana pembangunan dua pembangkit listrik,” kata Ruksamin melalui pesan WhatsApp, Kamis (1/8/2019).
Mantan Ketua DPRD Konut ini menuturkan, dua pembangkit listrik yang bakal dibangun di wilayahnya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2×200 MW di Kecamatan Motui.
“Serta persiapan rencana pembangunan PLTA Sungai Lasolo di Kecamatan Asera. Untuk PLTU di Motui sudah sedang persiapan. Kalau di Sungai lasolo masih tahap proses di pusat,” ujarnya. (A)











