Ekspor di Sultra Selama 2022 Didominasi Pertambangan

NEWS353 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Capaian ekspor untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) kini terus tumbuh positif. Bahkan penerimaan Bea dan Cukai sampai dengan 30 November 2022 sebesar Rp 186.871.505.000. Angka ini tentu telah melampaui target sekira 131 persen.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kendari, Purwatmo Hadi Waluja menyebut, sampai saat ini capaian penerimaan negara khusus Sultra telah mencapai Rp 186.871.505.000 dan ekspor sudah mencapai USD 5,3 miliar lebih.

Baca Juga : Rektor Universitas Karya Persada Muna Prof Usman Rianse Lantik Pejabat Struktural

“Tentunya pendapatan itu, sudah lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sementara untuk impor masih hampir sama dengan tahun sebelumnya sekira USD 2 miliar, ” ungkapnya, Kamis (05/01/2023)

Ia pun merinci penerimaan Bea dan Cukai sebesar Rp 186.871.505.000, terdiri dari penerimaan Bea Masuk sebesar Rp 186.833.639.000 dan penerimaan Cukai sebesar Rp 37.866.000. Di sisi lain, pada bulan Mei 2022 terdapat restitusi sebesar Rp 128.217.158.000. Sehingga jumlah penerimaan netto per November 2022 adalah sebesar Rp 58.654.347.000.

“Pada bulan November 2022 telah ditetapkan revisi target penerimaan untuk Bea Cukai Kendari, sehingga sampai dengan November 2022 target penerimaan Bea Cukai Kendari telah memenuhi target sekira 131 persen,” terang Purwatmo.

Baca Juga : BPVP Kendari Latih 10.200 Orang di Tahun 2022

Bahkan, sampai dengan akhir November 2022 terjadi peningkatan devisa ekspor sebesar USD 1,24 miliar atau sekitar 31 persen bila dibandingkan posisi Desember 2021. Sehingga ini diprediksi masih akan terus bertahan hingga Desember 2022 ini.

“Dimana sektor yang mendominasi masih dari sektor hasil tambang berupa vero nikel dan stainless steel. Empat besar terbanyak yakni dari PT OSS, PT VDNI, PT Aneka Tambang dan Wijaya Karya Aspal,” tandasnya.

Reporter : Rahmat R.