Festival Mancing Siap Dihelat untuk Peringati HUT Kota Baubau ke-21 Tahun

NEWS557 dibaca

BAUBAU, MEDIAKENDARI.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menggelar festival mancing untuk memeriahkan hari jadi Baubau ke – 481, dan hari ulang tahun (HUT) Kota Baubau ke – 21 di tahun 2022. Uniknya, perayaan HUT Kota Baubau tahun ini mengangkat tema Haroana Baubau.

Kepala Dispar (Kadispar) Kota Baubau, Idrus Taufiq Saidi mengungkapkan, festival mancing tersebut terbilang cukup tinggi animonya, lantaran sejauh ini pesertanya bukan hanya berasal dari Kota Baubau dan sekitarnya saja. Namun, para peserta yang berpartisipasi juga berasal dari daerah luar seperti dari Kota Kendari, Makassar Sulawesi Selatan hingga Kalimantan.

“Titik spot yang diperlombakan itu di perairan Kabupaten Buton Selatan seperti di pulau Kadatau, pulau Siompu, Pulau Ular dan beberapa pesisir dan tebing di perairan Kabupaten Buton Tengah. Kita berharap ikan di sana bulan 10 ini bisa lebih banyak, sehingga peserta pemancing bisa menikmati sensasi strike,” ungkapnya, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga : Optimalkan Penyebaran Informasi dan Dokumentasi, TP PKK Kota Kendari Launching Website 

Dirinya menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 150 orang peserta yang mendaftar untuk mengikuti festival mancing tersebut. Ia merinci, lomba ini merupakan lomba memancing perorangan. Namun, saat perlombaan dimulai, peserta akan turun secara pertim.

“Even mancing ini pendaftaran per orang. Kami hanya memfasilitasi supaya memaksimalkan dengan nelayan. Mereka kan memiliki kapal, bersamaan dengan bulan terang. Daripada mereka tidak melaut, kapal nelayan bisa dimanfaatkan untuk disewa. Satu kapal bukan per orang tapi bisa delapan sampai 10 orang, karena patung-patungan. Hitungan per tim tapi hadiah perorang,” jelasnya.

Mantan Kadis Kominfo Kota Baubau itu menerangkan, perlombaan akan dimulai dari tanggal 7 sampai 9 Oktober 2022 mendatang.

Baca Juga : Per Oktober Harga Emas Mengalami Penurunan, Ini Rinciannya dari 1 Gram Hingga 1 Kg

“Pelaksanaan mancing besok dilepas dan berakhir penimbangan tanggal 09 pagi karena ada dua kelompok mancing modern dan tradisional untuk penimbangan jenis ikan yang ditangkap,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam penentuan pemenang lomba pihaknya telah menetapkan beberapa aturan, diantaranya pemenang dilihat dari jenis ikan yang ditangkap, misalnya spesies ikan tuna, ikan kerapu hingga ikan jenis merah dan tentunya saja ukuran dan berat masing-masing ikan hasil pancingan.

“Panitia cukup ketat menerapkan aturan. Ikan yang dipancing jenis napoleon dan hiu harus dibebaskan. Itu sudah menjadi ketentuan yang wajib dipatuhi,” tandasnya.

 

Penulis : Ardilan