Redaksi
KENDARI – Pemerintah Kabupaten Konawe telah menyiapkan avtur tambahan untuk bahan bakar helikopter guna membantu distribusi logistik ke sejumlah wilayah terdampak bencana banjir.
Aktifitas distribusi logistik menggunakan helikopter di Konawe sendiri sempat dihentikan karena habisnya stok avtur yang disiapkan Pemda Konawe. Untuk saat ini dua helikopter yang disiagakan tengah beroperasi di Kabupaten Konawe Utara.
Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan avtur tambahan untuk mendukung operasional halikopter guna penanganan pasca banjir di wilayah tersebut.
“Kalau Kepala BPNB besok tiba dan masih mengizinkan untuk menggunakan helikopter, kita masih sangat membutuhkan ini untuk penanganan pasca banjir,” kata Kery.
Baca Juga :
- GERAK-SULTRA Bakal Kawal Penertiban Aset Pemprov Sultra, 800 Temuan BPK RI Jangan Dibiarkan Mengendap
- HMI Untuk Bangsa atau Sekedar Untuk Gerbong?
- Kapolda Sultra Buka Ruang Kritik Pers, Dorong Pemberitaan Akurat untuk Jaga Kamtibmas
- Direktur Penyidikan Jampidsus Dikonfirmasi Penindakan Hukum Terkait Sanksi Satgas PKH Rp2,19 Triliun terhadap Istri Gubernur Sultra ASR Belum Merespons
- Perubahan APBD 2026 Sultra Fokus Perkuat Pelayanan Dasar dan Pembangunan Daerah
- Kejati Sultra Akui Geledah Rumah Direktur PT WNN Hasil Tambang Nikel di Kolaka, LMP Desak Bongkar Hasil Penyitaan
Ia juga menjelaskan, jika Pemerintah Pusat masih mau memberikan bantuan baik logistik atau kebutuhan dan peralatan lainnya, maka pihaknya tetap menyambut hal tersebut.
Untuk dua unit helikopter yang disiagakan tersebut yakni milik Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) dan Kodam XIV Hasanuddin. Dua heli ini sendiri telah terlibat dalam distribusi logistik dari udara sejak pekan pertama bencana.
Kery sendiri berlum merinci wilayah yang membutuhkan dukungan udara dalam penanganan pasca bencana ini. Namun menurutnya, keberadaan dua helikopter tersebut dibutuhkan.
“Kan tidak hanya untuk mengirim logistik, bisa juga peralatan atau apa pun yang dibutuhkan. Nanti kalau sudah kembali kesini baru kita liat mana wilayah yang masih butuh dukungan udara,” pungkasnya.











