IMA Sultra Gelar Talk Show Soal Tantangan dan Peluang Ekonomi Sultra di 2018

KENDARI – Indonesia Marketing Asosiasion (IMA) Chapter Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Talk Show dengan tema tantangan dan peluang ekonomi Sultra di 2018 mendatang.

Kegiatan talk show tersebut menghadirkan narasumber antara lain, Kolonel (Purn) Andi Perdana Kahar dan Akademisi di Politeknik Kendari, Dr David Lisapali.

Salah satu narasumber, Andi Perdana Kahar mengatakan, potensi sumberdaya alam yang dimiliki oleh Sultra sangatlah besar. Untuk menjawab potensi itu maka dituntut penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang tangguh, unggul dan berkualitas.

Video Jendela Sepekan 6 September 2020

Langkah tersebut katanya merupakan tanggungjawab semua elemen bukan hanya pemerintah tetapi juga dunia usaha.

“Misalnya di sektor usaha pertambangan, saya menyarankan untuk memiliki potensi sangat besar agar dikembangkan. Untuk menciptakan SDM yang berkualitas, yakni mendorong masyarakat agar bisa belajar dengan giat dan menciptakan sekolah unggulan seperti yang di miliki oleh PT Antam,” ungkap Andi usai memberikan materi disalah satu hotel kota Kendari, Senin malam (18/12).

Ia menuturkan, jika ditinjau dari sektor pariwisata, Sultra memiliki peluang ekonomi yang akan membaik pada 2018 mendatang. Karena hal itu didukung dengan penetapan Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu tujuan pariwisata, dan tentunya harus dipelihara kemudian dimanfaatkan dengan baik.

“Ada beberapa tempat wisata lainnya yang pemerintah siapkan, dan ini menjadi tugas bersama termasuk media untuk bisa memperkenalkan kedunia internasional termasuk yang ada di domestik. Saya berharap peluang ekonomi Sultra di 2018 akan semakin membaik,” ucapnya.

Sementara itu, akademisi Politeknik Kendari, Dr David Lisapali mengungkapkan, tantangan dan peluang ekonomi Sultra, pihaknya lebih fokus kepada bagaimana membangkitkan sektor-sektor UKM. Di Kota Kendari, sektor yang mendominasi adalah perdagangan, sementara itu tambahnya, jika di luar Kendari sektor yang mendominasi yakni pariwisata.

“Kalau kita berbicara banyak, di sektor pertambangan ini akan menghabiskan sumber daya kita kedepan. Olehnya itu, kita sasar kaum muda yang lebih banyak jumlahnya di bandingkan dengan kaum tua dan inilah kedepannya yang lebih banyak berperan meningkatkan ekonomi. Saya juga lebih cenderung ke sektor perdagangan dan sektor pariwisata,” pungkasnya.

Reporter: Waty
Editor: Kardin