Reporter : Rahmat R.
Editor : Kang Upi
KENDARI – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Laode Mustari membenarkan anggaran seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) telah habis.
Katanya, ada banyak faktor yang menyebabkan kebahabisan anggaran tersebut. Misalnya, rapat panitia seleksi (Pansel) selalu digelar di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).
“Tim Panel Sekda meminta kegiatan difokuskan di Makassar. Seperti rapat-rapat. Sehingga tim Pansel asal Kendari ke Makassar juga,” ungkapnya, Senin (01/04/2019).
Lanjut Mustari, anggaran perjalanan dinas tersebutlah yang cepat habis karena pertemuan lebih banyak di luar Kota Kendari. Ditambah lagi, anggara perjalanan dinas hanya Rp 147 juta.
Baca Juga :
- Tanggap Kebutuhan Warga, Batalyon A Pelopor Brimob Sultra Gelar Aksi Bantuan Air Bersih
- Lima ASN Jadi Tersangka di Dua Kasus Korupsi di Konawe, GERAK SULTRA Pertanyakan Kesungguhan Penyidik Terhadap Kasus Makan Minum Saat Pj Bupati Harmin Ramba Rp, 9, 2 M
- Polres Konawe Tetapkan Lima ASN Tersangka Korupsi, Kerugian Negara Rp883 Juta
- Gubernur Sultra Rotasi Kepala SMA, Kepsek SMA 4 Kendari di Mutasi Ke Soropia, Ini Daftar Lengkapnya
- Dari Kabid Transmigrasi Jadi Kadis, Lenni Kartika Indah Pimpin Dinas Cipta Karya Sultra
- Dari Kabid Jadi Kadis, Hikmawaty Naik Pimpin Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra
Namun untuk honor Pansel Sekda tidak dipakai semua bahkan tersisa Rp 100 juta lebih dari total Rp 260 juta.
“Anggaran perjalanan yang habis, sementara untuk honor masih tersisa tidak terpakai semua. Untuk diketahui dalam item anggaran seleksi Sekda ini besar di honor dan kecil di anggara perjalanan,” terang Mustari.
Mantan Pj Bupati Buton Selatan ini, Total anggaran seleksi Sekda Sultra adalah Rp 378 juta. Sisanya untuk ATK, makan minum dan pajak.
“Kan pajaknya semua kita juga yang bayar,” tukasnya. (A)











