Redaksi
KENDARI – Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) nampaknya geram dengan banyaknya oknum yang menemuinya untuk meminta paket proyek yang ada di lingkup pemerintahan Kabupaten Konawe.
Kegeraman ini sebagaimana disampaikan dalam sambutannya, pada syukuran di Rumah Jabatan Sekda Konawe, Ferdinand, Selasa (30/7/2019) atas gelar doktor administrasi publik yang baru saja disandangnya.
Pada kesempatan itu, KSK mengungkapkan jika dirinya bersedia untuk membantu siapapun yang datang padanya. Namun, permintaan bantuan itu bukan berupa paket proyek.
BACA JUGA :
- Maulid Nabi Muhammad SAW, Tri Saktiawan Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah
- Satgas KSD DPP LAT Layangkan Surat Kedua ke SCM, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Sumber Daya
- LSM FKPK dan GERAK Minta Pernyataan Sekretaris LPM soal Kepemilikan Wisata Pantai Toronipa Diuji
- Menteri Trenggono Pimpin Upacara HUT RI ke-81 di Kampung Nelayan Merah Putih Sorue Jaya Konawe
- 11 TAHUN TAK DIBAYAR! KUASA HUKUM KELUARGA LAMOKUNI TUNTUT PERUSAHAAN KEMBALIKAN LAHAN PLASMA 35%
- Plt Lurah Toronipa Sebut Ada “Pungli” di Pos PAD Pariwisata Konawe, Hasilkan Rp 4 Hingga 5 Juta oleh Warga pada Malam Hari
Ia juga meminta, agar siapapun untuk menghargai profesinya dan menjalankan profesinya tersebut, serta tidak lantas beralih menjadi kontraktor untuk proyek yang ada di Pemda.
“Hargai profesimu, jangan semua mau jadi pemborong, datang minta proyek, kalo petani datang minta alat pertanian, nanti kita bantu, begitu juga kalo yang peternakan, nanti kita bantu alat peternakan, tapi jangan minta lagi paket proyek, karena bukan profesimu,” tegasnya.
KSK sendiri tidak menjelaskan secara rinci, siapa oknum yang disinggung dalam pernyataanya itu. Dalam sambutannya, Ia juga meminta agar Rumah Dinas yang sudah disiapkan untuk para pejabat daerah dan legiselator di Konawe, bisa segera ditinggali.











