oleh

Karo Pembangunan : Ali Mazi Pemimpin Visioner dan Memberikan Karya Nyata untuk Sultra

-NEWS-233 dibaca

KENDARI, MEDIAKENDARI.COM – Ekspose empat tahun kepemimpinan Ali mazi dan Lukman Abunawas (AMAN), sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah dilaksanakan pada Senin tanggal 5 September 2022 yang lalu.

Kepala Biro Pembangunan provinsi Sultra. Dr. La Ode Muh. Rusdin Jaya mengatakan, sejumlah capaian prestasi kinerja pembangunan telah diwujudkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra periode 2018-2023.

“Mulai dari capaian pembangunan dari sisi infrastruktur, sampai dengan capaian pembangunan dari sisi non infrastruktur. Capaian pembangunan tersebut sebagai perwujudan, dari realisasi visi dan misi Bapak Gubernur Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas,” ungkapnya saat ditemui di Kendari.

Baca Juga : Usia Dilantik, Penegakan Hukum Pidana Jadi Target Kepala Kejari Konsel

Rusdin melanjutkan, sederet proyek strategis juga telah ditorehkan oleh pasangan AMAN, yakni pembangunan rumah sakit jantung, pembuluh darah dan otak, jalan kawasan wisata Toronipa, pembangunan perpustakaan modern, serta yang teranyar adalah pembangunan pusat perkantoran ASN di kantor Gubernur Sultra.

Rusdin yang juga Alumni Pasca sarjana UGM serta Alumni Doktor pada Pasca Sarjana UHO, kemudian menguraikan data secara jelas yang dapat dibaca, oleh masyarakat agar tidak miss presepsi dan tidak berfikir sepenggal-sepenggal, yang digiring oleh banyak pihak secara negative terkait pembangungan yang telah dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara.

“Bahwa seluruh pembangunan proyek strategis bapak Gubernur dan Wagub Sultra, termuat dalam visi-misi yang termuat dalam RPJMD Provinsi Sultra periode 2018-2023. Jadi perlu saya sampaikan, seluruh proyek tersebut tidak muncul ujub-ujub. Akan tetapi melalui perenungan yang panjang sejak Bapak Ali Mazi menjadi gubernur periode pertama,” jelasnya.

Baca Juga : BBM Naik, DPRD: Jangan Sampai Masyarakat Berpikir Ada Muatan Politik

“Kegiatan-kegitan tersebut bukan kegiatan simsalabim, akan tetapi semua melalui kajian, analisis SWOT serta proyeksi kebutuhan masyarakat sultra di 5-20 tahun ke depan,” sambungannya.

Selanjutnya, untuk pembangunan jalan kawasan wisata Toronipa, proyek strategis ini dilakukan untuk membuka akses dan konektifitas baru, yang menghubungkan Kota Kendari dan Kabuoaten konawe dengan rute jalan yang sesuai strandar keselamatan berkendara.

“Jadi Kalau jalan tersebut dibuat lebar dan dua jalur, itu disebabkan mempertimbangkan aspek keselamatan berkendara, aspek estetika serta aspek beban jalan yang akan dilalui kendaraan untuk 5-20 tahun akan datang,” katanya.

Baca Juga : Berbagai Komunitas Kuliner Turut Andil Ikuti Ekonomi Kreatif di Sultra

Ia menyebutkan, di sisi lain, dengan dibukanya jalan pada kawasan Toronipa ini mulai dari Kasilampe, Mata sampai Toronipa dengan sendiri memperluas wilayah, cakupan pemukiman yang selama ini semakin sesak diwilayah Kota Kendari, untuk menampung kepadatan penduduk di ibukota provinsi yang terus padat.

“Dengan terbukanya ruas jalan ini, pengembangan kota Kendari provinsi sultra dapat mengarah ke sebelah timur dan memutar ke utara yakni Kasilampe, Mata, sampai Toronipa,” sebut Rusdin.

“Mari kita membayangkan, multiefek ekonomi yang akan diperoleh oleh masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Jadi jangan kita melihat dari satu sudut pandang saja dong. Kalau di tanyakan kenapa tidak mengaspal jalan-jalan lain yang rusak parah di seluruh pelosok Sultra,” tukasnya.

Reporter : Rahmat R.

Facebook : Mediakendari