BREAKING NEWSHEADLINE NEWSHUKUM & KRIMINALKEJAKSAAN

Kasi Pidum Kejari Konawe Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan terhadap Keluarga

×

Kasi Pidum Kejari Konawe Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan terhadap Keluarga

Sebarkan artikel ini
Kasi Pidum Kejari Konawe Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan terhadap Keluarga

Kasi Pidum Kejari Konawe Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan terhadap Keluarga

KONAWE, Mediakendari.com – Di tengah kesibukannya menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe, Sahwal, menyempatkan diri mengajak para tahanan untuk melaksanakan ibadah Salat Ashar secara berjamaah.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang tahanan Kejari Konawe, Kamis (10/9/2026).

Sahwal bersama para tahanan melaksanakan Salat Ashar berjamaah sebagai bagian dari upaya memberikan pembinaan moral dan mengajak para tahanan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sahwal mengatakan, dalam menjalankan ibadah, tidak ada sekat antara aparat penegak hukum dan tahanan.

Menurutnya, seluruh manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT dan memiliki kedudukan yang sama dalam menjalankan kewajiban agama.

“Dalam urusan ibadah, kita sama-sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Tidak ada sekat pemisah dan tidak ada halangan bagi kita untuk melaksanakan kewajiban kepada Allah SWT, meskipun saudara-saudara kita saat ini berada di sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Sahwal.

Usai salat berjamaah, Sahwal juga memberikan nasihat kepada para tahanan agar menjadikan proses hukum dan pengalaman selama berada di tahanan sebagai pembelajaran berharga dalam kehidupan.

Kasi Pidum Kejari Konawe Ajak Tahanan Salat Berjamaah, Ingatkan Dampak Perbuatan terhadap Keluarga

Ia mengajak para tahanan untuk melakukan introspeksi diri serta berkomitmen tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum setelah nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Sahwal juga mengingatkan para tahanan mengenai dampak dari perbuatan mereka terhadap keluarga yang ditinggalkan.

“Perbuatan sesaat yang dilakukan sangat berdampak langsung kepada keluarga yang ditinggalkan. Bagi yang memiliki keluarga, ingat anak dan istri. Bagi yang masih memiliki orang tua, ingat orang tua,” katanya.

Menurut Sahwal, seseorang yang melakukan tindak pidana sering kali tidak sempat memikirkan dampak perbuatannya terhadap orang-orang terdekat. Karena itu, ia mengajak para tahanan untuk menggunakan masa berada di dalam tahanan sebagai momentum untuk mawas diri dan memperbaiki kehidupan.

“Mari kita sama-sama mawas diri supaya kelak menjadi manusia yang bermanfaat bagi keluarga. Ingat, keluarga di rumah menunggu kalian pulang untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi mereka,” tuturnya.

Ia menambahkan, meskipun seseorang pernah melakukan kesalahan hingga mencoreng nama baik keluarga, bukan berarti keluarga akan selamanya menolak kehadirannya.

“Sekalipun kalian pernah mencoreng nama baik keluarga, saya yakin keluarga kalian tidak akan pernah menolak kehadiran kalian kembali. Percaya itu,” imbuh Sahwal.

Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para tahanan agar menjadikan masa menjalani proses hukum bukan hanya sebagai konsekuensi atas perbuatan yang dilakukan, tetapi juga sebagai momentum untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik.

Editor : Jafrun.