oleh

Kejari Baubau Nyatakan Berkas Dugaan Korupsi Kepala SMA 5 Belum Lengkap

BAUBAU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan berkas perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) di SMA Negeri 5 Baubau belum lengkap.

Hal tersebut merupakan kedua kalinya, pihak Kejari Baubau menganggap berkas dugaan korupsi yang menyeret Kepala SMA Negeri 5 Baubau, Laode Hane berserta Bendahara sekolahnya, As (Inisial) belum lengkap.

Tiga bulan lalu, tim Jaksa juga pernah mengembalikan perkara tersebut ke penyidik Polres Baubau. Ketika itu, sejumlah petunjuk diberikan Jaksa kepada Penyidik guna melengkapi berkas perkara.

“Penyidik mengirim berkas perkara tindak pidana korupsi terhadap dana BOS dan BOP SMA 5 pada tanggal 3 Mei kemarin. Kami teliti dan hasilnya sebagian petunjuk belum dipenuhi,” ucap Kajari Baubau, M Rasul Hamid melalui Kasi Intel, Ruslan, Sabtu (12/5/2018).

Ruslan menuturkan, berkas perkara yang dikirim kali kedua itu belum memenuhi syarat materil.

Menurut dia, agar menguatkan pembuktian perbuatan korupsi tersangka pada persidangan nanti, masih ada keterangan saksi yang perlu ditambahkan dalam berkas perkara.

“Demi terpenuhi fakta-fakta yang digali untuk memenuhi pasal yang disangkakan kepada tersangka maka petunjuk dari kami itu sangat penting,” tegas Ruslan.

Ia menambahkan, kasus dugaan korupsi tersebut menyeret Kepala SMA Negeri 5 Baubau, Laode Hane berserta Bendahara sekolahnya, As.

“Hampir dipastikan berkas ini kami kembalikan ke Penyidik untuk dilengkapi lagi,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, La Ode Hane dan As ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan dana BOS dan BOP tahun 2013 dan 2014 di SMA Negeri 5 Baubau oleh Sat Reskrim Polres Baubau.

Dari hasil audit BPK, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 196.616.732,00.


Reporter: Ardilan
Editor: Kardin

Terkini